Udara Jakarta tak sehat Jumat pagi penduduk disarankan pakai masker.
, JAKARTA, – Kualitas udara di Jakarta tercatat dalam kategori tidak sehat pada Jumat pagi, menurut info dari laman IQAir nan diperbarui pada pukul 04.00 WIB. Masyarakat disarankan mengenakan masker saat berada di luar rumah untuk menjaga kesehatan.
Berdasarkan catatan IQAir, indeks kualitas udara Jakarta mencapai poin 154 dengan konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 60 mikrogram per meter kubik. Angka ini lebih tinggi 12 poin dari nilai pedoman kualitas udara tahunan nan ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
PM 2,5 adalah partikel nan berukuran lebih mini dari 2,5 mikron dan dapat ditemukan di udara dalam corak debu, asap, dan jelaga. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dikaitkan dengan akibat kematian dini, terutama bagi orang dengan penyakit jantung alias paru-paru kronis.
Rekomendasi Kesehatan dan Upaya Pengendalian
Selain mengenakan masker, disarankan juga untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, menutup jendela untuk menghindari udara kotor, dan menyalakan penyaring udara. Jakarta menempati posisi keempat dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia, di bawah Tangerang Selatan (165), Bekasi (161), dan Tangerang (155).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun beragam strategi untuk menekan polusi udara, di antaranya melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan transformasi sektor transportasi ke tenaga listrik. Pemprov DKI juga menekankan pentingnya kerja sama lintas wilayah dan antar-organisasi perangkat wilayah (OPD) untuk mengendalikan pencemaran udara secara efektif.
Komitmen pengendalian pencemaran udara periode 2023–2030 telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 576 Tahun 2023 tentang SPPU, nan mencakup penguatan tata kelola, pengurangan emisi dari sumber bergerak seperti transportasi, dan sumber tidak bergerak seperti industri.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·