Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat Dunia: Warga Diimbau Pakai Masker

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Warga Diimbau Pakai Masker : Foto udara permukiman padat masyarakat berdampingan dengan gedung apartemen di area Kemayoran, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Badan Pusat Statistik mencatat DKI Jakarta menjadi provinsi terpadat masyarakat pada 2026 dengan sebanyak 16.129 jiwa per kilometer(ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sgd)

KUALITAS udara di Jakarta pada Selasa (12/5) pagi, dilaporkan masuk dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan info situs pemantau kualitas udara IQAir, Jakarta menduduki ranking keempat sebagai kota dengan udara terburuk di dunia, nan memicu imbauan bagi penduduk untuk kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Pantauan pada pukul 05.30 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta menyentuh nomor 134. Polutan utama nan terdeteksi adalah PM2.5 dengan nilai konsentrasi mencapai 49 mikrogram per meter kubik. Angka ini menunjukkan tingkat polusi nan berisiko bagi golongan sensitif, termasuk manusia, hewan, hingga potensi kerusakan pada tumbuhan.

Peringkat Kota dengan Udara Terburuk Dunia (12/5, 05.30 WIB):

  1. Dhaka, Bangladesh (AQI: 191)
  2. Kinshasa, Republik Demokratik Kongo (AQI: 167)
  3. Delhi, India (AQI: 162)
  4. Jakarta, Indonesia (AQI: 134)
  5. Wuhan, China (AQI: 132)

Rekomendasi Kesehatan

Menyikapi kondisi udara nan tidak sehat, masyarakat sangat disarankan untuk:

  • Menghindari aktivitas bentuk berat di luar ruangan.
  • Wajib menggunakan masker jika kudu beraktivitas di area terbuka.
  • Menutup jendela ruangan untuk mencegah masuknya udara kotor dari luar.

Respon Pemprov DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan telah menyiapkan langkah respon sigap guna menanggulangi lonjakan pencemaran udara, terutama memasuki musim tandus nan diprediksi berjalan hingga Agustus mendatang. Langkah-langkah tersebut meliputi:

Program Unggulan Fokus Aksi
Sistem Pemantau Peningkatan kualitas dan sebaran sensor kualitas udara.
Uji Emisi Masifnya pemeriksaan kendaraan bermotor di titik strategis.
SPPU Evaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara lintas sektor.

Pemprov DKI menekankan bahwa pengendalian polusi tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kerjasama terintegrasi antar organisasi perangkat wilayah serta kerja sama lintas wilayah dengan kota-kota penyangga di sekitar Jakarta untuk menekan beban emisi secara efektif. (Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia