Jakarta -
Kapal sigap (speedboat) buatan penduduk bimbingan alias narapidana Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat (Jabar) diakui kualitasnya oleh koordinator kapal salah satu perusahaan, Januar Krisna Watimenna. Dia mengaku awalnya mengira Sukaboat, merk speedboat Lapas Sukamiskin, adalah produk luar negeri.
"Kami punya beberapa kapal, ada bahan kayu, fiber buatan dalam negeri, fiber luar negeri. Dan saya cukup terkejut memandang kapal buatan rekan-rekan penduduk bimbingan lapas. Saya sampai ragu ini buatan sini, alias buatan luar sih," cerita Januar kepada detikcom pada Selasa (1/9/2026).
Januar mengaku perusahaannya sudah lebih dari tiga bulan menggunakan kapal Sukaboat jenis SB-6. Kapal nan mempunyai panjang badan 6 meter itu digunakan untuk mengawal aktivitas olahraga air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapalnya sekarang ada di Pulau Karang Beras untuk mengawal olahraga air sementara ini. Jadi situ kan ada aktivitas jetski, banana boat," ucap Januar.
Lantas apa nan membikin Januar meragukan Sukaboat buatan dalam negeri, khususnya napi? "Karena kualitasnya mirip buatan luar. Dari segi finishing, warna dan corak seperti buatan galangan luar, bukan galangan dalam negeri,"
Januar menilai permukaan badan kapal sangat lembut dan rapih. Material nan digunakan pun tampak kokoh.
"Saya pikir awalnya ini bahannya alumunium, bukan fiber lantaran finishingnya itu untuk kelas fiber, jika dalam negeri belum ada nan bisa seperti buatan Lapas Sukamiskin," ujar Januar.
Dari segi desain, Januar mengaku Sukaboat jenis SB-6 sangat bagus. "Desainnya sudah sangat bagus, look-nya oke," tambah Januar.
Bahkan Januar menilai Sukaboat berpotensi ramai pesanan jika berjumpa pasarnya. Januar pun merasa bangga, dan menceritakan soal speedboat buatan napi tersebut ke rekan-rekan sesama operator kapal.
"Overall bagus kapal ini. Dengan kualitas seperti ini, jika dilempar ke pasar dalam negeri, berani diadu," pungkasnya.
Untuk diketahui dalam proses lahirnya Sukaboat, narapidana kasus korupsi nan mempunyai pengalaman manajerial hingga skill tertentu bekerja-sama dengan penduduk bimbingan kasus pidana umum nan mengerjakan aspek teknis produksi kapal.
Sukaboat mulai dirintis pada Maret 2024 melalui aktivitas pelatihan. Dari sana, aktivitas nan awalnya merupakan pengarahan kerja berkembang dengan menghasilkan produk nan dijual kepada pihak luar.
Proyek pertamanya diberi nama Sukaboat 1.0. Tim membikin rescue boat alias dinghy, kapal mini nan antara lain digunakan sebagai kapal pendukung untuk beranjak dari kapal besar seperti pinisi.
Produk berikutnya adalah Duchy sepanjang 27 kaki alias sekitar delapan meter. Pada 2025, Sukaboat masuk ke pengembangan generasi kedua alias Sukaboat 2.0.
Produk nan dikembangkan semakin beragam. Ada SB6, SB8 multipurpose sepanjang delapan meter, SBF10 untuk nelayan, hingga konsep SB10 nan ditargetkan bisa mencapai kecepatan 50 knot.
(aud/yld)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·