Kualitas Air Nasional Memprihatinkan, KLH Perkuat Kolaborasi Komunitas Sungai

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Kualitas Air Nasional Memprihatinkan, KLH Perkuat Kolaborasi Komunitas Sungai ilustrasi(Antara)

Data pemantauan kualitas air nasional tahun 2025 menunjukkan kondisi nan mengkhawatirkan bagi ekosistem perairan di Indonesia. Berdasarkan hasil pemantauan di ribuan titik, kebanyakan badan air di tanah air tercatat mengalami pencemaran akibat beragam aktivitas manusia.

Dari total 6.245 letak pemantauan nan mencakup 1.926 sungai dan 109 danau, hanya 234 badan air nan dinyatakan memenuhi baku mutu. Sebaliknya, sebanyak 1.801 badan air terdeteksi mengalami pencemaran dengan parameter pencemar nan beragam.

Statistik Kualitas Air Nasional 2025:

Kategori Jumlah/Keterangan
Total Lokasi Pemantauan 6.245 lokasi
Cakupan Perairan 1.926 sungai & 109 danau
Memenuhi Baku Mutu 234 badan air
Terdeteksi Tercemar 1.801 badan air
Parameter Dominan BOD, Total Coliform, Fecal Coliform, Klorin

Pencemaran tersebut didominasi oleh limbah domestik, peternakan, hingga industri. Tingginya kadar Biological Oxygen Demand (BOD) serta kuman koliform menunjukkan beban polusi organik nan signifikan pada sumber air nasional.

Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelenggarakan Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 di Wana Wisata Sumber Gempong, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Acara nan berjalan pada Minggu (27/7) hingga Selasa (29/7) ini dihadiri sekitar 500 peserta dari 15 provinsi dan 53 kabupaten/kota.

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tidak bakal cukup tanpa peran aktif komunitas. "Komunitas sungai adalah kekuatan terpenting dalam menjaga dan memulihkan ekosistem sungai. Semua peradaban pasti jejaknya ada di sungai," ujar Jumhur dalam keterangan resmi, Selasa (28/7).

Dalam forum tersebut, Jumhur juga ditetapkan sebagai ex-officio Dewan Penasihat bagi organisasi sungai nasional, sebuah langkah nan diharapkan mempererat sinergi antara aktivis akar rumput dengan pengambil kebijakan.

Komitmen Daerah dan Kolaborasi Strategis

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah membentuk tim unik melalui SK Patroli Air. Namun, dia mengakui upaya umum tersebut memerlukan support lintas sektor.

"Kami sering melakukan susur sungai bersama, tetapi itu belum cukup. Kami meng-SK-kan unik untuk Patroli Air sebagai bentuk kerja sama dengan bumi usaha, akademisi, dan media untuk menyelamatkan sungai kita," kata Adhy.

Konferensi ini menghasilkan sejumlah poin strategis, di antaranya:

  • Penerbitan Deklarasi Komunitas Sungai.
  • Penandatanganan MoU antara KLH dan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) untuk perlindungan sungai dan wisata air ekologis.
  • Aksi nyata penanaman pohon di hulu sungai.
  • Dialog interaktif penguatan jejaring kerjasama 33 wilayah aliran sungai (DAS).

Meski disambut positif, para aktivis berambisi hasil konvensi ini diimplementasikan secara berkelanjutan. Rahmalinda, personil Komunitas Konservasi Air dari Aceh, menekankan pentingnya tindak lanjut nyata. "Mudah-mudahan konvensi ini jangan hanya sekadar seremonial. Setidaknya kita punya wacana untuk tahun depannya jangan cukup sampai di sini saja," pungkasnya. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia