Menlu Sugiono(MGN)
MENTERI Luar Negeri Sugiono RI mendorong kerja sama pemanfaatan teknologi nuklir dengan Rusia guna mengejar sasaran swasembada daya nasional dalam tiga tahun ke depan.
Dalam KTT nan menandai 35 tahun kemitraan ASEAN-Rusia di Kazan, Rusia, Sugiono menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengembangan daya terbarukan melalui eksplorasi beragam opsi teknologi nan aman.
“Pengalaman luas nan dimiliki Rusia di bagian ini menjadi landasan kuat untuk membangun kerja sama,” kata Sugiono dalam pernyataan nan dirilis Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (18/6).
Namun, Indonesia menegaskan bahwa kerja sama tersebut kudu bersandar pada aspek alih teknologi, pengembangan kapabilitas sumber daya manusia (SDM), dan penerapan standar keselamatan internasional tertinggi.
Di tingkat regional, Menlu RI mendorong penguatan kemitraan strategis antara ASEAN dan Rusia untuk menghadapi fragmentasi rantai pasok global. Menurut dia, stabilitas pasokan daya dan pangan sangat krusial untuk melindungi 670 juta masyarakat di area Asia Tenggara dari akibat guncangan eksternal.
Sebagai salah satu produsen energi, gandum, dan pupuk terbesar di dunia, Rusia dinilai mempunyai peran strategis untuk memastikan rantai pasok ke pasar ASEAN melangkah secara stabil dan dapat diprediksi.
"Tujuan kami jelas, untuk melindungi sistem pangan kami dari gangguan eksternal. Karena akses terhadap pangan nan terjangkau dan bergizi kudu dapat dijangkau setiap rumah tangga," tutur Sugiono.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa penguatan konektivitas ekonomi antarkawasan ASEAN dan Eurasia juga perlu terus didorong untuk menciptakan kesempatan pertumbuhan baru nan inklusif.
Terkait arsitektur keamanan global, Indonesia menyambut baik diadopsinya Deklarasi Kazan nan dinilai sejalan dengan Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific/AOIP), terutama dalam mengedepankan prinsip sentralitas ASEAN.
Menlu Sugiono turut menyambut positif penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) de-eskalasi bentrok antara AS dan Iran sebagai bukti keberhasilan jalur dialog. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa Indonesia tetap meletakkan perhatian dan keprihatinan nan mendalam atas krisis kemanusiaan nan sedang melanda Palestina.
"Indonesia siap bekerja sama dengan Rusia dan seluruh negara personil ASEAN untuk memastikan kemitraan ini berkontribusi pada ketahanan nan lebih besar, kemakmuran, serta stabilitas nan langgeng," ujar Sugiono menutup pernyataannya.
Impor minyak dan PLTN terapung
Indonesia memastikan tetap melanjutkan proses impor minyak mentah dari Rusia, sebagai bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat persediaan daya nasional, di tengah gangguan rantai pasok dunia akibat imbas bentrok AS-Iran.
Komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia bakal dilakukan secara berjenjang hingga akhir 2026, nan merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia beberapa waktu lalu.
Selain impor minyak, Indonesia tengah menjajaki rencana pembangunan armada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung dengan perusahaan industri nuklir milik Rusia, Rosatom.
Direktur Utama Rosatom Alexey Likhachev menyatakan bahwa penjajakan komersial ini menindaklanjuti kesukaan besar dari pemerintah Indonesia terhadap pemanfaatan teknologi nuklir dalam transisi energi.
"Indonesia menunjukkan kesukaan nan sangat besar pada teknologi nuklir. Atas undangan Presiden (Prabowo) Subianto, delegasi besar Rosatom mengunjungi Indonesia beberapa minggu lalu," ujar Likhachev di sela KTT ASEAN-Rusia.
Dia mengatakan konsentrasi utama pembicaraan pihak Rosatom dengan Presiden Prabowo saat itu mengarah pada pembangunan reaktor nuklir terapung, dengan melibatkan pelaku upaya Indonesia guna mendukung lokalisasi teknologi.
Menurut Likhachev, bagi Indonesia - nan mempunyai karakter geografis dengan didominasi wilayah kepulauan dan garis pantai nan panjang - pembangkit daya dengan menempatkan reaktor nuklir di atas kapal maupun tongkang menjadi lebih relevan dan efisien dibandingkan jika membangun prasarana pembangkit listrik konvensional di darat. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·