KSPSI Soal May Day 2026 Digelar di Monas: Presiden Ingin Dekat dengan Buruh

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat May Day 2025 di area Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan argumen memilih Monas menjadi letak Perayaan Hari Buruh (May Day) 2026 nan bakal dilaksanakan Jumat (1/5).

Menurutnya, Monas dipilih agar hubungan antara Presiden Prabowo Subianto nan bakal datang dan pekerja bisa berjalan lebih dekat tanpa sekat.

“Monas itu pilihan kami sendiri. Kenapa kami tidak memilih GBK? Kami memikirkan kedekatan Presiden. Presiden mau dekat dengan buruh. Beliau bersalam-salaman,” ujar Andi dalam konvensi pers di area Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/4).

“Nah jika di GBK gimana langkah bersalaman? Karena kan ada pemisah pagar, ada tribun, dan sebagainya,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, sejak 2025 keputusan untuk menggelar May Day di Monas telah disepakati berbareng dengan Presiden agar memungkinkan hubungan langsung.

“Dan akhirnya, sejak 2025, Presiden berbareng kami tentunya memutuskan di Monas. Karena Monas beliau begitu sangat dekat dengan buruh. Beliau turun ke bawah menyalami satu-satu. Kalau di GBK kan susah. Karena ada sekat, ada pemisah dan lainnya,” ungkapnya.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyapa pekerja saat May Day 2025 di area Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Selain aspek kedekatan, kapabilitas letak juga menjadi argumen utama. Monas dinilai bisa menampung jumlah massa nan jauh lebih besar dibandingkan Gelora Bung Karno (GBK).

“Dan juga soal tampungnya massa nan begitu besar. GBK itu hanya bisa masuk 79.000. Sedangkan massa kita 400.000 nan bakal datang ke aktivitas May Day nanti. Jadi tempat satu-satunya nan muat hanya Monas. Jadi tidak ada sesuatu nan perihal apa gitu tidak ada,” tuturnya.

Dalam kesempatan nan sama, Andi juga menanggapi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL nan terjadi di Bekasi Timur dan menyebabkan 16 pekerja wanita meninggal dunia.

Ia memastikan dalam rangkaian aktivitas May Day kelak bakal digelar angan berbareng untuk para korban.

“Presiden langsung datang ke lokasi, menjadi bukti nan sangat luar biasa dan kami juga bakal mengingatkan teman-teman panitia untuk kita mendoakan pada saat May Day,” tutur Andi.

Menurutnya, angan tersebut menjadi corak solidaritas pekerja terhadap sesama pekerja nan menjadi korban musibah.

“Jadi saya pastikan kita bakal mendoakan lantaran banyak pekerja nan tertimpa musibah dan memang kami menuntut dalam perihal ini kudu jelas siapa nan bertanggung jawab,” pungkas dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan