Presiden Prabowo Subianto disebut terlibat langsung dalam kreasi kaus Perayaan Hari Buruh (May Day) 2026 nan bakal dilaksanakan hari Jumat (1/5).
Tak hanya itu, dia juga menyiapkan sejumlah kejutan nan bakal diumumkan saat aktivitas tersebut.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan, keterlibatan Prabowo dalam kreasi kaus tersebut apalagi dilakukan secara detail, mulai dari warna hingga isi pesan nan mau disampaikan kepada buruh.
“Awal Maret saya berdua berjumpa Presiden, nyaris 4 jam, 3 jam separuh biasa saya bertemu, dan beliau menanyakan kesiapan May Day. Dan beliau tidak mau pekerja kepanasan,” ujar Andi dalam konvensi pers di area Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/4).
“Nah itu langsung beliau sampaikan. ‘Pak Andi, saya tidak mau pekerja kepanasan. Saya mau ada sesuatu perihal dari saya bisa tersampaikan dari saya untuk buruh.’ Apa Bapak Presiden? ‘Kaus.’ Kaus May Day ini betul-betul beliau langsung warnanya, gradasinya, isinya apa, itu Presiden langsung. Saya berkomunikasi nyaris seminggu lebih untuk bisa menentukan kreasi kaus,” sambungnya.
Andi menyebut, kaus itu nantinya bakal dibagikan kepada seluruh peserta May Day.
“Jadi jika besok kaus itu saya minta kepada teman-teman ketua konfederasi menghargai Presiden, saya pastikan kausnya tidak bakal kekurangan, seluruhnya kita memakai,” katanya.
Selain kaus, Prabowo juga disebut bakal memberikan payung kepada para pekerja sebagai bagian dari perlengkapan saat aktivitas berlangsung.
“Lalu setelah kaus, sebelum saya pulang beliau tanya lagi, ‘Pak Andi, gimana jika saya kasih bingkisan payung?’ Itu langsung dari Bapak Presiden. Payungnya seperti apa Bapak Presiden? ‘Yang sangat mencirikan persatuan, kesatuan, perjuangan buruh.’ Dan ada kata-kata perjuangan kelak di payung dan kaus dan warnanya banyak mengandung merah putih,” ungkap Andi.
“Warna kaus May Day ada krem, ada putih, dan warna biru, biru tua,” tambah dia.
Andi pun mendeskripsikan gimana kreasi nan bakal tertera di atas kaus tersebut.
“Desain kaus, itu ada tulisan May Day, lampau ada ilustrasi perjuangan buruh, lampau ada kata-kata nan dari beliau langsung,” tutur Andi.
“‘Pak Andi cantumkan di kaus dan di payung.’ Itu kata-kata nan luar biasa. Bagaimana kecintaan terhadap negeri ini kata-katanya itu,” lanjutnya.
Andi juga mengungkapkan Prabowo menolak wajahnya dicantumkan dalam kreasi kaus tersebut.
“Presiden menolak wajahnya dicantumkan dalam kaus May Day. Karena saya menawarkan, ‘Bapak Presiden, boleh nggak wajah Bapak ditaruh di kaus?’” ucap Andi.
“Beliau menolak. ‘Karena ini aktivitas kalian, aktivitas buruh. Saya bukan lagi mau kampanye Pilpres’ katanya. Itu kata-kata beliau itu. Jadi beliau menolak, betul-betul memang aktivitas buat buruh.
Prabowo juga disebut menyiapkan bingkisan unik bagi pekerja nan datang dalam seremoni May Day.
“Setelah payung dan kaus, ada lagi beliau ingin, ‘Saya tidak mau pekerja pulang dengan tangan hampa’. Waduh saya bingung lagi. Ada bingkisan unik dari Presiden yang
sudah disiapkan dalam jumlah sangat besar dan itu adalah biaya pribadi beliau,” ucap Andi.
Selain itu, Prabowo juga bakal menyampaikan sejumlah kejutan, termasuk nan berangkaian dengan pekerja ojek online dan soal ketenagakerjaan lainnya.
“Bapak Presiden bakal menyampaikan kejutan besok. Kejutannya apa? Biarlah Bapak Presiden kami menyampaikan. Akan menyampaikan ada hubungan kaitan ojek online, ada ratifikasi ILO, dan ada beberapa kebijakan nan bakal beliau sampaikan untuk kesejahteraan pekerja Indonesia,” ungkapnya.
Andi menyebut pihaknya telah menyampaikan sejumlah aspirasi pekerja kepada Presiden, mulai dari rumor pemutusan hubungan kerja (PHK), keselamatan kerja, hingga ratifikasi konvensi internasional.
“Beliau meminta beberapa masukan secara terbuka dan kita sudah memberikan masukan seperti Konvensi ILO 190, 188, lampau mengenai soal PHK nan saat ini terjadi akibat adanya penggabungan beberapa BUMN, itu sudah kita sampaikan. Soal K3 juga berangkaian dengan kecelakaan kemarin dan saat berkaitan,” ungkapnya.
Menurutnya, Prabowo bakal menjawab beragam aspirasi tersebut dalam pidato May Day sekaligus menyampaikan rencana kebijakan ke depan.
“Jadi Presiden bakal menyampaikan apa nan beliau bakal kabulkan dan apa nan beliau bakal lakukan di tahun 2026,” pungkasnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·