KSP Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan di Tengah Dinamika Bangsa

Sedang Trending 1 jam yang lalu

KSP Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan di Tengah Dinamika Bangsa

KSP Dudung Abdurachman (Foto: Binti M/Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman, menyampaikan pesan sekaligus rayuan moral kepada seluruh family besar purnawirawan TNI dan Polri di Indonesia. Dia menekankan pentingnya peran para purnawirawan dalam menjaga persatuan nasional di tengah dinamika bangsa.

Sebagai sesama mantan prajurit, dia memberikan penghormatan tertinggi atas dedikasi nan telah diberikan para senior dan sejawatnya. Ia meyakini pengalaman panjang pengabdian di militer dan kepolisian adalah modal berbobot nan sangat dibutuhkan negara hari ini.

"Saat ini, bangsa kita menghadapi beragam tantangan dan dinamika nan memerlukan ketenangan, kebijaksanaan, serta kedewasaan dalam menyikapinya. Dalam situasi seperti ini, saya meyakini bahwa para purnawirawan mempunyai peran moral nan sangat krusial sebagai teladan bagi masyarakat," ujarnya di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Dudung mengingatkan agar seluruh purnawirawan tidak melupakan nilai-nilai dasar nan telah membentuk karakter mereka selama aktif berdinas. Nilai-nilai tersebut merupakan kompas moral nan kudu terus menyala, apalagi setelah purna tugas.

"Mari kita senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai luhur nan telah membentuk jati diri kita, ialah Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, serta Tribrata dan Catur Prasetya. Nilai-nilai tersebut mengajarkan kesetiaan kepada bangsa dan negara, pengabdian kepada rakyat, penghormatan terhadap hukum, serta tanggung jawab untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Menyikapi adanya dinamika alias perbedaan pandangan nan mungkin muncul di kalangan purnawirawan, Dudung menilai perihal tersebut sebagai dinamika nan wajar. Namun, dia menggarisbawahi komitmen terhadap ideologi negara tidak boleh goyah kepentingan apa pun.

"Perbedaan pandangan dan mungkin ada sebagian mini di antara kita nan tidak menyuarakan pemikiran kolektif dari seluruhnya. Namun, di atas segala perbedaan itu, kita mempunyai kesamaan nan tidak boleh luntur, ialah kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com