Kronologi Virus Mematikan Baru Nyebar di Kapal Pesiar, WHO Buka Suara

Sedang Trending 14 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah mematikan baru menyebar di sebuah kapal pesiar berjulukan MV Hondius, Minggu. Dalam laporan terbaru, Senin (3/5/2026) tiga orang meninggal di kapal nan berlayar dari Ushuaia, Argentina, ke Tanjung Verde, di Samudra Atlantik.

Laporan ini terjadi terungkap saat Kementerian Kesehatan Afrika Selatan (Afsel) mengatakan bahwa telah terjadi pandemi "penyakit pernapasan akut parah". Kejadian tersebut menewaskan sedikitnya dua orang, dengan satu orang lainnya dirawat di ruang perawatan intensif di Johannesburg.

Pasien nan dirawat di Johannesburg dinyatakan positif terinfeksi hantavirus. Ini merupakan family virus nan dapat menyebabkan demam berdarah.

Lalu gimana kronologinya?

Dilaporkan gimana awalnya seorang penumpang berumur 70 tahun menunjukkan indikasi saat berada di kapal pesiar. Ia kemudian meninggal di atas kapal dan jenazahnya di bawa ke pulau Saint Helena, wilayah Inggris di Atlantik Selatan.

Istrinya nan berumur 69 tahun juga jatuh sakit di atas kapal dan dievakuasi ke Afsel, nan merupakan lintasan kapal tersebut. Ia kemudian meninggal di rumah sakit Johannesburg, kata petugas tanpa mengkonfirmasi kebangsaan para korban.

Kasus ketiga, seorang penduduk negara Inggris berumur 69 tahun. Ia juga dievakuasi ke Johannesburg, di mana dia dirawat di unit perawatan intensif.

Sebuah sumber nan dekat dengan kasus tersebut, nan berbincang dengan syarat anonim, mengatakan bahwa pasangan Belanda termasuk di antara korban tewas. Korban tewas ketiga tetap berada di atas kapal.

Kata WHO

Dalam pernyataannya, WHO mengatakan jangkitan hantavirus biasanya mengenai dengan paparan lingkungan (paparan urin alias feses hewan pengerat nan terinfeksi). Meskipun jarang, hantavirus dapat menyebar antar manusia, dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan nan parah serta memerlukan pemantauan, dukungan, dan respons pasien nan cermat.

"Hingga saat ini, satu kasus jangkitan hantavirus telah dikonfirmasi di laboratorium, dan ada lima kasus dugaan tambahan," kata Organisasi Kesehatan Dunia kepada AFP.

"Dari enam perseorangan nan terdampak, tiga telah meninggal dan satu saat ini berada di perawatan intensif di Afrika Selatan," jelasnya lagi.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa badan tersebut sedang bekerja sama dengan operator kapal dan negara-negara personil nan terdampak.

"WHO memfasilitasi pemindahan medis dua penumpang nan menunjukkan gejala, melakukan penilaian akibat penuh, dan mendukung orang-orang nan terdampak di atas kapal," tambahnya.

"Tindakan sigap dan terkoordinasi sangat krusial untuk menahan akibat dan melindungi kesehatan masyarakat," tambahnya.

Penumpang Lain Dievakuasi?

Sementara itu, obrolan sedang berjalan untuk memutuskan apakah dua penumpang sakit lainnya kudu diisolasi di rumah sakit di Cape Verde. Sebelumnya, kapal berencana bakal melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary Spanyol.

MV Hondius terdaftar sebagai kapal pesiar kutub di situs web beberapa pemasok perjalanan. Kapal ini dioperasikan oleh perusahaan tur nan berbasis di Belanda, Oceanwide Expeditions.

Salah satu pelayaran menawarkan rencana perjalanan nan berangkat dari Ushuaia menuju Cape Verde, dengan pemberhentian di pulau Georgia Selatan dan Saint Helena. Menurut beberapa situs online, MV Hondius bakal berada di lepas pelabuhan Praia, ibu kota Tanjung Verde, pada hari Minggu.

Kapal tersebut dapat menampung sekitar 170 penumpang dan mempunyai sekitar 70 awak kapal. Oceanwide Expeditions belum memberi keterangan.

Manusia dapat tertular hantavirus melalui kontak dengan tikus alias tikus nan terinfeksi alias kotorannya, alias melalui gigitan alias menghirup debu nan terkontaminasi. Terdapat beberapa jenis hantavirus di beragam bagian dunia, dengan indikasi nan berbeda.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News