Liputan6.com, Jakarta - Situasi di area rapat pleno Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) nan berjalan di Gedung Graha Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum memanas pada Minggu (30/8/2026).
Massa nan mengaku sebagai kader NU menggelar tindakan unjuk rasa nan berujung pada kericuhan di letak Muktamar.
Pantauan merdeka.com, ketegangan bermulai ketika massa tindakan berupaya menerobos masuk ke dalam ruang rapat pleno. Aksi tersebut sempat menembus barikade keamanan lapis pertama nan dijaga oleh personel Banser, sebelum akhirnya sukses melintasi pintu pengamanan kedua.
Kericuhan memuncak saat massa mencoba menembus pintu keamanan terakhir nan berada tepat di depan gedung serbaguna. Petugas keamanan terus berupaya menghalangi massa, nan mengakibatkan terjadinya tindakan baku pukul di letak kejadian.
Aksi Saling Dorong dan Tuntutan Massa
Dalam upaya mempertahankan posisinya, seorang petugas keamanan dari tim "SIGAP" melaporkan bahwa dirinya sempat terkena pukulan pada bagian leher. Meski merasakan sakit, petugas tersebut tetap memperkuat di pintu pengamanan terakhir untuk mengamankan jalannya rapat.
Di tengah kerumunan, orator massa nan memegang megaphone terus melayangkan tuntutan agar panitia menghadirkan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, selaku ketua panitia muktamar. Mereka memberikan waktu kepada panitia untuk memenuhi permintaan tersebut.
"Mana Ipul (Gus Ipul/Saifullah Yusuf), mana. Kita minta pada panitia agar menghadirkan Ipul," ujar ketua massa.
Protes Aturan Muktamar
Selain menuntut kehadiran Gus Ipul, orator tindakan juga menyampaikan keberatan mengenai patokan muktamar nan dinilai tidak adil. Mereka menganggap terdapat perubahan patokan nan merugikan golongan tertentu.
"Ketua panitia nan mendzalimi kami. Kami sama sama punya kewenangan untuk menyampaikan aspirasi. Siapa nan bisa mendatangkan Gus Ipul," ungkapnya.
Ia juga menyoroti adanya perubahan kebijakan secara mendadak nan dinilai menguntungkan pihak tertentu.
"Saya minta sidang di skors sampai Gus Ipul datang. Ada perubahan tiba - tiba oleh pak Nuh, ini merugikan sebagian orang dan menguntungkan sebagian kelompok," tegasnya.
Hingga pukul 14.30 WIB, petugas keamanan panitia dan massa tindakan tetap terlibat tindakan saling sorong serta terus berhadapan di letak rapat pleno.
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·