Penyelenggaraan KRISTAInterFOOD 2026 sekaligus menjadi momentum perjalanan platform pameran industri makanan dan minuman nan telah dibangun selama 27 tahun oleh Krista Exhibitions.(Dok. Istimewa)
KRISTAInterFOOD 2026 siap menjadi wadah kerjasama bagi pelaku industri makanan dan minuman dengan sektor pariwisata melalui penyelenggaraannya pada 4–7 November 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta.
Pameran ini mendapat support penuh dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), berbareng Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, mengatakan InterFOOD telah berkembang melampaui kegunaan sebagai pameran upaya dan menjadi platform nan berkontribusi dalam membangun ekosistem gastronomi Indonesia.
"Kami memandang pameran ini bukan sekadar exhibition alias MICE event, tetapi telah berkembang menjadi platform nan membentuk dan memperkuat ekosistem pariwisata, khususnya gastronomi," ujar Rizki dalam keterangannya.
Menurutnya, penyelenggaraan InterFOOD menghadirkan kerjasama multipihak nan melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media. Kolaborasi tersebut dinilai bisa mempertemukan seluruh rantai pasok industri pangan, mulai dari bahan baku, teknologi, sumber daya manusia, hingga produk makanan dan minuman siap konsumsi.
Ia menilai penguatan sektor gastronomi menjadi salah satu strategi krusial dalam meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia. Dengan kekayaan kuliner nan dimiliki, Indonesia dinilai mempunyai kesempatan besar untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Gastronomi itu berakar pada budaya. Indonesia mempunyai keragaman kuliner nan luar biasa dengan ratusan tradisi dan sumber daya pangan nan tersebar di beragam daerah. Potensi ini kudu terus dikembangkan agar menjadi daya tarik wisata nan bergengsi dunia," katanya.
Selain itu, Rizki mengatakan pengembangan gastronomi juga sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Karena itu, InterFOOD diharapkan menjadi wadah nan mempertemukan petani, industri pengolahan, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata dalam satu ekosistem.
"Kita mau InterFOOD menjadi platform nan mendorong pengembangan sumber daya pangan daerah, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ujarnya.
Ia juga membuka kesempatan kerjasama antara program Wonderful Indonesia Gastronomy dengan KRISTAInterFOOD untuk memperkuat promosi gastronomi Indonesia ke pasar internasional. Bahkan, Indonesia tengah mendorong pembentukan ASEAN Gastronomy Network sebagai bagian dari penguatan kerja sama kawasan.
Menurut Rizki, penyelenggaraan InterFOOD juga berpotensi diperluas melalui program edukasi seperti workshop ekspor produk pangan, training standar higiene dan keamanan pangan, peningkatan kapabilitas pelaku UMKM, hingga forum investasi sektor gastronomi.
"Krista InterFOOD 2026 diharapkan menghadirkan lebih banyak kesempatan bisnis, investasi nan lebih luas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata dan perekonomian Indonesia," katanya.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D Salim, mengatakan penyelenggaraan KRISTAInterFOOD 2026 sekaligus menjadi momentum perjalanan platform pameran industri makanan dan minuman nan telah dibangun selama 27 tahun oleh Krista Exhibitions, perusahaan anak bangsa nan telah berdiri selama 32 tahun.
Menurut Daud, KRISTAInterFOOD dibangun untuk menjadi wadah nan mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman dengan pasar, mitra bisnis, serta kesempatan kerjasama nan lebih luas.
"InterFOOD bukan warisan nan kami terima dari siapa pun. Ini adalah platform nan kami bangun dari ide, keyakinan, dan kerja keras selama 27 tahun. Sejak awal, tujuan kami menghadirkan panggung nan mumpuni bagi industri makanan dan minuman Indonesia agar dapat tumbuh, berinovasi, dan terhubung dengan dunia," ujarnya.
Chief Marketing Officer sekaligus Founder Krista Exhibitions, Christina Sudjie, mengatakan peluncuran identitas KRISTAInterFOOD merupakan penegasan atas kepercayaan nan telah dibangun berbareng pelaku industri selama lebih dari dua dekade.
"KRISTAInterFOOD adalah refleksi dari komitmen kami untuk terus tumbuh berbareng industri," kata Christina.
KRISTAInterFOOD 2026 bakal menghadirkan venue nan lebih modern dengan kapabilitas lebih besar di NICE PIK 2. Sejumlah agenda telah disiapkan, di antaranya La Cuisine Cooking Competition 2026 nan diproyeksikan diikuti nyaris 1.000 chef dari dalam maupun luar negeri bekerja sama dengan ACP Indonesia, Indonesia Coffee Art Battle (ICAB), Roasting Competition berbareng Dewan Kopi Indonesia, serta beragam program training dan sertifikasi kompetensi bagi pelaku industri.
Penyelenggara berambisi penyelenggaraan KRISTAInterFOOD 2026 dapat semakin memperkuat kerjasama antarpelaku industri, memperluas akses pasar, membuka kesempatan upaya baru, serta meningkatkan daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·