Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi IV DPR menyoroti praktik jual beli alias penyelundupan bibit cerah lobster alias benur nan disebut tetap masif dilakukan oleh sejumlah nelayan.
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Golkar, Eko Wahyudi mengungkap, di area pantai selatan Jawa, penangkapan benur tetap masif dilakukan oleh nelayan untuk kemudian dijual dan diselundupkan di pasar gelap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada malam hari, pesisir laut dipenuhi lampu-lampu nelayan nan memburu benur untuk diselundupkan ke negara tetangga seperti Vietnam nan industri budidayanya jauh lebih maju," ujar Eko dalam keterangannya, Selasa (23/6).
Oleh lantaran itu, kata Eko, sistem pengawasan bakal mulai dilakukan lewat Panitia Kerja (Panja) Pengawasan dan Perumusan Regulasi Maritim Nasional di Komisi IV. Eko ditunjuk berbareng Dirman Soebagyo Dadang M. Naser dari Fraksi Golkar
Eko menambahkan, Panja tersebut salah satunya bakal konsentrasi mengawasi budidaya benur di Indonesia.
"Pembentukan wadah unik ini dinilai krusial di tengah karut-marutnya tata kelola dan maraknya kebocoran komoditas berbobot tinggi tersebut ke pasar internasional," katanya.
Menurut Eko, praktik jual beli benur di pasar gelap dipicu lantaran ketimpangan harga. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) telaj menetapkan nilai terendah benur di tingkat nelayan berkisar Rp8.500 per ekor.
Namun, komoditas itu, kata Eko, dapat melonjak drastis hingga Rp100-200 ribu per ekor di pasar gelap internasional.
"Akibat lemahnya izin pengawasan saat ini, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga triliunan rupiah akibat ekspor terlarangan nan terus bocor," katanya.
Lewat Panja baru, kata Eko, Komisi IV optimis untuk melaksanakan tugas dan pengawasan maksimal. Komisi IV DPR dijadwalkan menggelar rapat pleno pada Rabu (24/6), untuk menetapkan secara resmi seluruh susunan keanggotaan Panja Pengawasan Benih Bening Lobster tersebut.
(thr/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·