Krisis BBM di Bali, Ongkir Makanan Online Melonjak hingga Rp140 Ribu

Sedang Trending 20 jam yang lalu
Krisis BBM di Bali, Ongkir Makanan Online Melonjak hingga Rp140 Ribu Ilustrasi Krisis BBM di Bali.(MI/Ruta)

DAMPAK krisis bahan bakar minyak (BBM) di Bali nan terjadi sejak beberapa hari terakhir telah berkapak pada omzet produk kuliner terutama penjualan lewat online nan menggunakan jasa pengantaran. Pasalnya, jasa ongkos kirim (ongkir) melonjak sangat tajam hingga berlipat-ganda sehingga nilai makanan nan diterima pemesan menjadi sangat mahal.

Adi, salah seorang tenaga kerja di sebuah restoran di area Canggu, Kuta Utara mengatakan akibat kelangkaan BBM telah mengakibatkan omzet penjualan produk kulinernya ambruk hingga 40 persen. 

“Semenjak terjadi kelangkaan BBM, ongkir melonjak tajam hingga menjadi Rp140 ribu sekali antar,” ujarnya di sela-sela antre BBM di salah satu SPBU di Badung, Bali, Jumat (16/10). Lantas dia pun membandingkan dengan nilai makanan nan dijual harganya mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per porsi, jadi ongkirnya lebih mahal.

Padahal pada hari-hari normal sebelumnya besaran ongkos pengiriman hanya berkisar Rp30 ribu untuk radius belasan kilometer apalagi lebih hingga di pusat kota Denpasar.  Di tengah kondisi tetap terganggunya kesiapan BBM, penjualan lebih mengandalkan pembeli datang langsung ke restorannya. 

Menu makanan nan dijual mulai jenis lokal/Indonesia hingga makanan western (western food). “Pembelinya ya fifty-fifty lokal dan bule,” ujarnya. Meski anjlok, omzet penjualannya tetap mencapai jutaan rupiah per harinya. (RS/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑