Krisis Air di Ciamis Meluas, BPBD Pasok 3,398 Juta Liter Air Bersih

Sedang Trending 7 jam yang lalu
Krisis Air di Ciamis Meluas, BPBD Pasok 3,398 Juta Liter Air Bersih BPBD Kabupaten Ciamis pasok air bersih selama tandus panjang mencapai 3,398 juta diperuntukkan bagi 22.885 KK alias 65.392 jiwa terdampak krisis air bersih di 83 Desa tersebar 24 Kecamatan.(Dok BPBD Ciamis)

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus mengintensifkan pendistribusian air bersih menyusul krisis air nan kian meluas. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 3,398 juta liter air telah dipasok untuk membantu 22.885 Kepala Keluarga (KK) alias sekitar 65.392 jiwa nan terdampak kekeringan.

Krisis air bersih ini melanda 188 dusun di 83 desa nan tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Ciamis. Fenomena ini dipicu oleh perubahan suasana dan akibat El Nino panjang nan menyebabkan sumber air di dataran tinggi serta ratusan sumur penduduk menyusut drastis.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengungkapkan bahwa petugas di lapangan bekerja ekstra dari siang hingga malam untuk memastikan pasokan air sampai ke pelosok perkampungan. Langkah ini dilakukan secara cuma-cuma demi memenuhi kebutuhan dasar warga.

"Pasokan air tetap melangkah selama hujan belum turun. Upaya ini kami lakukan agar penduduk tidak terbebani dalam memenuhi kebutuhan hidup, seperti memasak, minum, mencuci, hingga keperluan ibadah, meski kondisi air sumur sudah menyusut drastis," ujar Ani Supiani, Selasa (20/10/2026).

Ani menambahkan, penanganan krisis air di 188 dusun ini tidak dilakukan sendiri oleh BPBD. Pihaknya mendapat support penuh dari beragam instansi, mulai dari Polres Ciamis, Kodim 0613, BJB, BRI, hingga PDAM Ciamis.

Peningkatan Risiko Karhutla

Selain krisis air bersih, musim tandus panjang juga memicu peningkatan signifikan pada kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Ciamis. Berdasarkan info BPBD, tercatat telah terjadi 60 kejadian kebakaran dengan total luas lahan mencapai 94,0833 hektare.

Peristiwa kebakaran tersebut tersebar di 58 dusun dan 52 desa di 21 kecamatan. Meski gelombang kebakaran meningkat, Ani memastikan seluruh kejadian sukses dikendalikan oleh petugas dan tidak menimbulkan korban jiwa.

"Kami mengimbau penduduk agar bijak menghemat air bersih nan telah didistribusikan. Selain itu, kami terus mengedukasi masyarakat untuk tidak membakar sampah alias membuang puntung rokok sembarangan, lantaran ilalang nan kering di rimba dan lahan sangat mudah terbakar saat musim tandus seperti ini," pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑