Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan (groundbreaking) pabrik baja nirkarat (stainless steel) dari nikel. Pabrik tersebut berlokasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.
Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan, bahwa groundbrekaing ini merupakan proyek hilirisasi tahap ke-2 nan mencakup 13 proyek hilirisasi senilai Rp116 triliun. Di mana ada 5 proyek sektor energi, 5 proyek mineral dan 3 proyek pertanian.
"Tadi sudah disebut hilirisasi tahap pertama ada 13 proyek di 13 letak dan beberapa saat ini tahun ini juga kita bakal tambah hilirisasi 6 lagi proyek, dan terus menerus bakal kita tambah. mungkin ada tahap ke 4, 5, 6, Insya Allah tahun ini juga," terang Prabowo dalam peresmian di Cilacap, Jawa Tengah, dikutip Kamis (30/4/2026).
Pabrik stainless steel tersebut dimiliki oleh PT Krakatau Steel berkolaborasi dengan perusahaan asal China ialah Tsingshan Group. Hasil produksinya berupa steel slab dengan kapabilitas 1,2 juta ton per tahun.
Produksi tersebut memanfaatkan nikel lokal melalui proses peleburan dan pemurnian modern.
"Inisiatif ini meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri sekaligus mendorong pembuatan lapangan kerja industri serta pertumbuhan ekonomi area industri secara berkelanjutan," terang Danantara dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Selain pabrik stainless steel, groundbreaking tersebut mencakup sektor energi, logam dan mineral, material konstruksi, serta agroindustri, nan bermaksud untuk menurunkan ketergantungan impor, memperkuat rantai pasok industri nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik, serta mendorong terciptanya kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi nan lebih luas bagi masyarakat.
"Hilirisasi merupakan instrumen strategis dalam mendorong pembuatan nilai tambah di dalam negeri melalui pengolahan dan industrialisasi sumber daya alam," tambah Danantara.
Di samping meningkatkan nilai tambah, hilirisasi dinilai berkedudukan dalam memperkuat kemandirian ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok dunia nan dalam kondisi tertentu dapat menghadapi dinamika dan ketidakpastian, termasuk aspek geopolitik.
Melalui penguatan rantai pasok domestik, hilirisasi turut memastikan kesiapan kebutuhan nasional secara lebih andal, sekaligus mendorong transformasi struktur ekonomi menuju pedoman industri berbobot tambah tinggi.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·