KPU Kabupaten Badung menggandeng Kwarcab Badung lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Deklarasi Pramuka Pelopor Pemilih Cerdas .(MI/Ruta Suryana-HO)
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung, Bali, resmi menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Badung untuk mencetak generasi muda nan sadar politik.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui gelaran Youth Democracy Camp nan berjalan di Pondok Jaka, Desa Sangeh, Sabtu (20/6).
Kegiatan nan dijadwalkan berjalan hingga Minggu (21/6) ini mengusung tema Pramuka Badung Berkarakter: Menuju Generasi Muda nan Demokratis, Cerdas, dan Berintegritas. Sebanyak 60 personil Pramuka penegak se-Kabupaten Badung datang sebagai peserta.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, jejeran komisioner KPU Badung, pengurus Kwarcab Badung, serta perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung.
WADAH TEROBOSOAN KEPEMILUAN
Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, menegaskan bahwa aktivitas pramuka merupakan laboratorium nan ideal untuk melahirkan penemuan dan pendapat baru mengenai kepemiluan.
“Pramuka adalah tempat anak muda berkarya, dan dari sanalah terobosan-terobosan baru mengenai kepemiluan bisa lahir. Itu sebabnya kami menggagas Youth Democracy Camp ini, untuk menampung potensi tersebut,” ujar Yusa Arsana Putra saat membuka acara.
Apresiasi senada juga datang dari Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Ia mengingatkan kembali prinsip kata 'pandu' dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza sebagai pilar krusial bangsa.
“Pramuka mengajarkan kemandirian, disiplin, dan integritas. Saya percaya adik-adik pramuka, dengan bekal pendidikan kepramukaan ini, bisa mengawal kerakyatan ke depan, baik sebagai penyelenggara pemilu maupun sebagai pemimpin bangsa,” kata Lidartawan.
ANTISIPASI SIKAP APATIS GENERASI MUDA
Sementara itu, Ketua Kwarcab Kabupaten Badung, I Ketut Suiasa, menilai kerjasama ini merupakan media pendidikan politik nan krusial bagi anggotanya.
Menurut mantan Wakil Bupati Badung ini, pembekalan politik sejak awal sangat menentukan kualitas kerakyatan Indonesia pada masa depan.
“Pada 2029, adik-adik nan rata-rata berumur 16 sampai 17 tahun ini bakal menjadi pemilih pemula dan pelaku politik. Mereka perlu pembekalan dan pendalaman pengetahuan politik agar menjadi pemilih cerdas, karena pemilih nan tidak memahami makna kerakyatan sejatinya adalah pemilih nan kosong,” jelas Suiasa.
Suiasa pun mengingatkan akibat jelek jika generasi muda bersikap masa tolol terhadap arah politik bangsa.
“Kalau generasi muda apatis, skeptis, dan alergi pada kewenangan berdemokrasi, kita kandas bernegara. Semua kebijakan dan tatanan kehidupan, termasuk nilai kebutuhan pokok, lahir dari keputusan politik,” tegasnya.
Sebagai puncak acara, KPU Kabupaten Badung dan Kwarcab Badung resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus mendeklarasikan komitmen berbareng berjudul Pramuka Pelopor Pemilih Cerdas.
Langkah ini sekaligus menegaskan peran aktif pramuka dalam Satuan Karya Pramuka Rintisan Nayakottama Prayojana, nan ditandai dengan penyematan pin 'Pemilih Cerdas' secara simbolis.
Selama dua hari, rangkaian Youth Democracy Camp diisi dengan beragam aktivitas interaktif, mulai dari apel regu, yel-yel kepemiluan, lomba pionering Tempat Pemungutan Suara (TPS), hingga sesi obrolan santuy berjudul Ngerujak Pedas (Ngerumpi Mengajak Pemilih Cerdas).
Melalui pendekatan nan melekat dengan kultur kepramukaan ini, nilai-nilai kerakyatan diharapkan dapat mengakar kuat sejak awal pada pemuda di Badung. (RS/P-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·