KPK Temukan Dugaan Intervensi BPK Pusat Ubah Opini WTP Pemkab Muara Enim

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Jakarta -

KPK melakukan penggeledahan di instansi BPK Sumatera Selatan (Sumsel) mengenai kasus suap nan melibatkan Bupati Muara Enim nonaktif Edison. KPK mengamankan sejumlah arsip dalam penggeledahan tersebut.

"Pada Selasa (23/6), interogator melakukan penggeledahan di instansi BPK Sumatera Selatan," kata jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Dokumen nan diamankan di antaranya arsip perubahan penilaian BPK dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) ke Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Pemkab Muara Enim. Ditemukan juga upaya mengubah kembali opini dari BPK usai adanya OTT terhadap Edison.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dokumen perubahan-perubahan dari temuan WDP menjadi WTP khususnya untuk Pemkab Muara Enim, arsip mengenai upaya melakukan perubahan kembali setelah adanya tangkap tangan KPK," ucapnya.

Penydik juga menemukan petunjuk dugaan intervensi dari BPK pusat mengubah arsip tersebut. Barang bukti nan ditemukan bakal dianalisis lebih lanjut.

"Serta (ditemukan) petunjuk adanya dugaan intervensi dari BPK Pusat untuk mengubah-ubah hasil temuan tersebut," ucapnya.

KPK diketahui menangkap lima orang nan disebut berstatus ASN BPK dalam investigasi kasus Bupati Muara Enim nonaktif Edison. KPK menyebut OTT ini berangkaian dengan pengadaan proyek smart board di Muara Enim.

"Sejauh ini berangkaian dengan untuk menutup temuan-temuan BPK berangkaian dengan pengadaan nan ada di Pemkab Muara Enim, salah satunya pengadaan smart TV tersebut" kata jubir KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Rabu (10/6).

KPK menduga ada suap nan diberikan Pemkab Muara Enim ke pihak BPK. Namun, KPK belum mengungkap perincian berapa aliran duit ke pihak BPK.

"Jadi pihak-pihak nan diamankan ini total ada 11. Enam orang nan juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan kemarin, lima orang lagi pihak-pihak baru nan kemudian diamankan dalam tangkap tangan kali ini. Lima orang ini merupakan ASN dari Badan Pemeriksa Keuangan," jelasnya.

KPK menahan dua orang, yaitu:
1. Titin selaku ASN BPK
2. Angga selaku pihak swasta

Sedangkan KPK telah menahan empat orang dalam OTT pertama untuk kasus suap Bupati Muara Enim, mereka ialah:
1. Bupati Muara Enim Edison
2. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani.
3. Keponakan Bupati, Adi Triyadi
4. Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.

(ial/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News