KPK Sudah Periksa 20 Forwarder Terkait Dugaan Korupsi di Bea Cukai

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sudah memeriksa 20 forwarder alias perusahaan ekspedisi muatan saat menangani kasus dugaan suap importasi peralatan dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

KPK sejauh ini sudah memproses petinggi PT Blueray Cargo (Grup), perusahaan nan bergerak di bagian transportasi, logistik, rantai pasok, dan penyimpanan impor peralatan dari beragam negara ke Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa petinggi dari forwarder lain itu sudah kita minta keterangan. Mungkin juga rekan-rekan sudah doorstop ataupun sudah ketemu di sini pada saat nan berkepentingan itu dijadikan alias dipanggil sebagai saksi. Jadi, sedang kita dalami, masing-masing ada sekitar 20-an lebih lah ya forwarder itu di seluruh Indonesia," ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu saat ditemui usai upacara memperingati Hari Lahir Pancasila di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/6).

Jenderal polisi bintang dua ini mengatakan interogator bakal mencari forwarder lain nan diduga menyuap pejabat di Ditjen Bea dan Cukai. Salah satu langkah nan dilakukan dengan menggali keterangan dari saksi-saksi terkait.

"Dalam kenyataannya ya, tidak hanya Blueray saja. Jadi, tentunya kelak kita bakal dalami forwarder nan lainnya seperti itu sembari kita juga menunggu keterangan-keterangan nan ada di persidangan," kata Asep.

Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, interogator KPK sudah bergerak untuk memeriksa saksi-saksi serta melakukan upaya paksa penggeledahan dan penyitaan.

Dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, KPK melakukan penggeledahan dan penyitaan atas kontainer nan diduga milik importir nan terafiliasi dengan Blueray.

Kontainer tersebut berisi peralatan nan termasuk dalam kriteria dilarang alias dibatasi pemasukannya (impor), ialah suku cadang alias sparepart kendaraan.

KPK juga telah menggeledah rumah salah satu pengusaha kepabeanan ialah Heri Setiyono namalain Heri Black pada Senin (11/5) dan menyita sejumlah catatan dan Barang Bukti Elektronik (BBE).

Sebelumnya, KPK juga melakukan penyitaan peralatan bukti dari Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf.

Beberapa peralatan bukti tersebut di antaranya adalah komputer Apple Mac komplit dengan Magic Keyboard dan Magic Mouse, kamera mirrorless Lumix S5IIX beserta baterai cadangan, monitor, hingga sistem mikrofon nirkabel merek Boss (WL-30XLR Wireless System).

KPK sudah menjerat setidaknya tujuh orang sebagai tersangka kasus dugaan suap importasi peralatan dan penerimaan gratifikasi.

Mereka adalah mantan Direktur Penyidikan & Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2024-Januari 2026 Rizal; Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC) Sisprian Subiaksono.

Kemudian Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC) Orlando; Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray, Andri; Pegawai Ditjen Bea dan Cukai Budiman Bayu Prasojo; Pemilik PT Blueray berjulukan John Field; dan Manajer Operasional PT Blueray Dedy Kurniawan.

Para tersangka sudah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK.

Teruntuk pihak dari PT Blueray, mereka sedang menghadapi persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

(ryn/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional