Nur Khabibi
, Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2026 |19:48 WIB

Ketua KPK, Setyo Budiyanto/Okezone
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sejumlah peralatan bukti (barbuk) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengatakan, dari operasi senyap OTT BNPB tersebut terdapat barbuk duit lebih dari Rp3 miliar.
"Nilainya alias jumlahnya bukan lagi Rp1,4 (miliar) ya, tapi lebih kurang sekitar Rp3,3 miliar, itu dari beberapa pihak," kata Setyo saat ditemui di Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Setyo juga mengonfirmasi terdapat barbuk berupa aset kripto. Namun, dia belum bisa memastikan kepemilikan dari aset tersebut.
"Kalau nggak salah mata uang digital itu nilainya satu digit di M ya gitu, ya, satu digit saja gitu. Cuman saya detailnya saya lupa," ujarnya.
"Ya sekali lagi mata uang digital itu kan nggak bisa kita bunyikan langsung begitu saja bahwa pasti sekian alias pemiliknya siapa, si A, si B, dan segala macam, gitu," pungkasnya.
Selanjutnya, dia juga membenarkan barbuk dalam operasi senyap itu terdapat logam mulia nan diperkirakan beratnya mencapai ratusan gram.
Diketahui, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka mengenai operasi tangkap tangan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Salah satu dari mereka adalah adik Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Bima Setiawan.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·