Petugas Imigrasi memotret pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Non TPI Jakarta Barat, Jakarta, Senin (24/6/2024).(Antara)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Kantor Imigrasi Jakarta Barat nan diduga mengenai kasus korupsi.
Menanggapi perihal itu, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko, menegaskan dukungannya terhadap langkah penegakan norma nan dilakukan KPK.
“Jadi pada prinsipnya kami mendukung penuh langkah nan dilakukan oleh KPK untuk membongkar kasus apa pun nan ada di Imigrasi, lantaran kehadiran kami nan baru dua bulan ini di Imigrasi spiritnya adalah membawa perubahan dan melakukan pembersihan,” kata Hendarsam di Jakarta, Rabu (3/6).
Hendarsam menegaskan pihaknya siap membuka akses seluas-luasnya andaikan KPK mau mengembangkan penyelidikan ke instansi imigrasi di wilayah lain.
“Jadi jika kelak KPK mau mengembangkan kasus ini ke daerah-daerah lain alias ke tempat nan lain, kami membuka diri pintu nan selebar-lebarnya buat KPK. Kami dukung penuh apa nan dilakukan oleh KPK,” ujarnya.
Meski demikian, Hendarsam mengaku belum mengetahui secara rinci perkara nan menjerat Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat dan pihak lainnya dalam OTT tersebut. Ia menyebut info nan diterimanya sejauh ini tetap simpang siur.
“Soal kasus ini saya belum tahu, lantaran tetap simpang siur. Dan katanya mengenai dengan masalah izin tinggal. Cuma izin tinggal nan mana, di mana, kapan kejadiannya, apakah sekarang alias sudah lama, ya,” katanya.
Sebelumnya, KPK membenarkan telah melakukan OTT terhadap pejabat Kantor Imigrasi Jakarta Barat mengenai dugaan tindak pidana korupsi.
“Benar,” kata Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi, Rabu (3/6).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan operasi penindakan dilakukan di wilayah Jakarta Barat, Jawa Barat, dan Bali. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan belasan orang, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
“Dalam progresnya, ada belasan orang nan diamankan dalam rangkaian aktivitas peristiwa tertangkap tangan kali ini, dan juga peralatan bukti nan diamankan ada kendaraan, mobil, motor, dan juga peralatan bukti dalam corak duit tunai, valas ada USD dan SGD, dan juga ada dalam corak logam mulia emas,” ujar Budi. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·