Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumatera Selatan terkait investigasi kasus dugaan suap atas temuan BPK terhadap sejumlah pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Selasa (23/6).
"Penyidik melakukan penggeledahan di instansi BPK Sumatera Selatan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Kamis (25/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penggeledahan tersebut, Budi mengatakan interogator menyita sejumlah peralatan bukti diduga mengenai perkara.
Di antaranya arsip kertas kerja pemeriksaan, arsip perubahan-perubahan dari temuan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) khususnya untuk Pemerintah Kabupaten Muara Enim, arsip mengenai upaya melakukan perubahan kembali setelah adanya tangkap tangan KPK, serta petunjuk dugaan intervensi dari BPK Pusat untuk mengubah-ubah hasil temuan tersebut.
"Penyidik tentunya bakal menganalisis setiap peralatan bukti nan diamankan dalam penggeledahan ini," kata Budi.
KPK sudah mengumumkan lima orang tersangka dalam kasus ini.
Tiga orang diduga sebagai pemberi suap adalah Bupati Muara Enim periode 2025-2030, Edison, serta pihak dari PT Millenium Solusi Abadi (MSA) ialah Cory Erin Hardi dan Fika.
Dua lainnya diduga sebagai penerima suap ialah ASN BPK sekaligus pengendali teknis nan berjulukan Titin Rita Lestari dan Augusz Dewanggara namalain Angga selaku pihak swasta.
Nama terakhir diduga merupakan orang kepercayaan dari Anggota V BPK berinisial BAR.
(ryn/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·