KPK: Duit Peras WNA Disimpan Pakai Rekening OB hingga Cleaning Service

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta - Wakil Menteri Imipas Silmy Karim dan tujuh orang lainnya jadi tersangka pemerasan dan gratifikasi mengenai pengurusan izin tinggal penduduk negara asing (WNA). Uang hasil pemerasan itu ditampung di sejumlah rekening termasuk rekening office boy (OB).

Ketua KPK Setyo Budiyanto awalnya menjelaskan bahwa berasas laporan PPATK, ada 35 pegawai Kementerian Imipas periode 2019-2025 nan ditemukan aliran biaya pada 96 rekening bank. Totalnya mencapai Rp 366,7 miliar

"Dari total aliran duit tersebut hanya sebesar Rp 9,7 miliar alias sebesar 3 persen nan berasal dari penghasilan alias tunjangan. Sementara sisanya alias 97 persen lainnya diduga berasal dari pihak-pihak nan melakukan pengurusan-pengurusan di bagian keimigrasian," ujar Setyo dalam konvensi pers di gedung KPK, Kamis (4/6/2026).

Dalam kasus ini, lanjutnya, tersangka Silmy Karim diduga melakukan pemerasan dengan langkah meminta jatah dari pengurusan izin tinggal para WNA. Jatah itu diminta melalui Direktur Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Ditjen Imigrasi Jaya Saputra (JS) nan sekarang menjabat Kepala Kantor Wikayah Imigrasi Jawa Barat.

Setelah itu, Jaya Saputra memberi perintah kepada Kasubdit di Direktorat Izin Tinggal, Bagus Bramantyo (BGS) dan Kasubdit Alih Status Izin Tinggal di Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Ditjen Imigrasi Tessar Bayu Setyaji (TBS). Keduanya diminta menarik biaya-biaya tambahan alias pungli dari paara pihak nan mengurus izin tinggal.

"Jadi perintah dari atas itu diturunkan kepada direktur, kepala diturunkan lagi ke kasubdit dan diturunkan lagi kepada staf-staf nan unik untuk melakukan perintah tersebut," ujarnya.

"BGS dan TBS memberikan akses kepada JSP dan GST, pelaku staf subdit di direktorat izin tinggal tersebut," imbuhnya.

Kemudian, tersangka GST nan merupakan Staf Subdit Izin Tinggal, Gusti Benardiansyah mengumpulkan duit fee tersebut ke dalam sejumlah rekening pengepul. GST diduga memanfaatkan beberapa rekening nominee.

"Jadi ada nan menggunakan (rekening) cleaning service, ada nan menggunakan office boy, ada nan menggunakan keluarga, kerabat, apalagi ada nan menggunakan rekening beli. Jadi memang tidak menggunakan rekeningnya sendiri, tapi menggunakan beberapa rekening-rekening lain," tuturnya. (idh/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News