Kota di Jepang Bangkrut, PNS Dipotong Gaji Selama 20 Tahun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kota di Jepang, Yubari, Prefektur Hokkaido, dinyatakan ambruk 20 tahun lalu. Alhasil pegawai negeri sipil (PNS) nan bekerja, kudu menghadapi pemotongan gaji.

Namun, berita positif datang pada akhir pekan kemarin. Walikota Tsukasa Atsuya mengatakan pemotongan penghasilan pegawai pemerintah kota, bakal dihapuskan pada akhir tahun fiskal berjalan.

Walikota mengatakan bahwa penghasilan pegawai kota bakal kembali ke tingkat semula mulai April mendatang. Kota itu diharapkan bisa menyelesaikan pembayaran obligasi rehabilitasi fiskal unik pada akhir tahun fiskal 2026.

Pernyataannya itu juga disampaikan dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Yoshimasa Hayashi dan Gubernur Hokkaido Naomichi Suzuki, bertepatan dengan peringatan 20 tahun deklarasi keruntuhan finansial kota tersebut. Hayashi mengatakan bahwa dia "menghormati" keputusan kota tersebut.


Lalu kenapa kebangkrutan terjadi?

Yubari sebenarnya adalah kota pertambangan nan berkembang pesat pada masanya. Kota ini kaya bakal batu bara.

Namun Yubari mengalami serangkaian penutupan tambang batu bara. Ini lantaran perubahan kebijakan daya negaranya.

Kota ini kemudian mengalami defisit sebesar 35,3 miliar yen alias sekitar Rp3,99 triliun pada tahun fiskal 2006 lantaran investasi berlebihan pada akomodasi pariwisata dan akuntansi nan tidak tepat. Kemudian pada tanggal 20 Juni di tahun nan sama, walikota mengumumkan bahwa kota tersebut bakal memasuki status "entitas rekonstruksi fiskal".

Pengumuman tersebut mengarahkan kota pada upaya melunasi akumulasi utang di bawah pengawasan pemerintah pusat. Perusahaan unik dibuat setelah berlakunya undang-undang baru.

Pada awal proses rekonstruksi, penghasilan bulanan pegawai pemerintah kota berkurang rata-rata sekitar 30%. Besaran pemotongan penghasilan telah dikurangi secara bertahap, dan para tenaga kerja tersebut sekarang menerima pemotongan penghasilan sebesar 5%.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News