Ilustrasi: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau latihan militer nan dilakukan oleh tentara Korea Utara (10/10/20222).(ANTARA/Anadolu/KCNA/EPA)
MILITER Korea Utara (Korut) menembakkan sejumlah rudal balistik ke arah Laut Jepang alias Laut Timur pada Sabtu (12/9). Peluncuran ini dilakukan hanya berselang sehari setelah Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat merampungkan latihan militer campuran skala besar.
Berdasarkan laporan Kepala Gabungan Militer Korea Selatan (JCS), rudal balistik tersebut meluncur sekitar pukul 05.20 pagi waktu setempat dari area Wonsan di wilayah timur Korea Utara. Proyektil tersebut dilaporkan terbang sejauh kurang lebih 250 kilometer sebelum jatuh ke perairan.
Aksi peluncuran rudal ini merupakan corak kemarahan Pyongyang menyusul tuntasnya latihan militer campuran trilateral berjudul Freedom Edge nan melibatkan Korsel, Jepang, dan Amerika Serikat sejak Senin (7/9) hingga Jumat (11/9).
Latihan militer terpadu tersebut menampilkan sejumlah simulasi pertahanan mutakhir, mulai dari pertukaran info secara waktu nyata (real-time), integrasi kekuatan udara, maritim, pertahanan rudal, siber, hingga operasi medis gabungan.
Menteri Pertahanan Korea Utara, Kim Song Gi, secara terbuka mengecam latihan gabungan trilateral tersebut sebagai corak "ancaman keamanan nan krusial" bagi kedaulatan negaranya. Pihak Pyongyang pun berkeinginan bakal segera mengambil langkah-langkah penanggulangan nan keras dan tegas.
Peluncuran rudal terbaru ini terjadi berselang tiga pekan dari kejadian serupa, di mana Korut sempat menembakkan belasan rudal balistik jarak pendek ke arah timur dari ibu kota Pyongyang pada 20 Agustus lalu. Peluncuran saat itu digelar sebagai corak protes terhadap latihan militer campuran tahunan AS-Korsel nan dinilai Pyongyang sebagai simulasi invasi militer.
Kendati Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memerintahkan agar lama latihan tahunan tersebut dipersingkat, pihak Pyongyang tetap menanggapinya dengan dingin.
Kim Yo Jong, pejabat tinggi nan juga saudari berpengaruh dari Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un, menegaskan bahwa pemangkasan lama latihan tidak serta-merta mengubah substansi latihan militer tersebut sebagai tindakan nan sarat permusuhan terhadap negaranya. (Ant/Kyodo/P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·