
Ilustrasi mudik (Foto: Dok)
JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat kebanyakan kendaraan pemudik tetap berada di wilayah Jakarta hingga hari keempat Operasi Ketupat 2026 alias 16 Maret 2026. Dari proyeksi sekitar 3,5 juta kendaraan nan bakal mudik menuju beragam daerah, baru 28 persen nan telah meninggalkan Jakarta.
“Proyeksi 3,5 juta kendaraan nan bakal meninggalkan Jakarta ke Trans Jawa, Jawa Barat hingga ke Cikupa, Banten sampai Sumatera, sampai sekarang 28% nan sudah meninggalkan Jakarta. Oleh karena itu kami tetap mengelola kurang lebih 72% lagi,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Selasa (17/3/2026).
Agus menerangkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret. Pada hari tersebut, Korlantas Polri berencana menerapkan skema one way nasional untuk mengurai kepadatan kendaraan nan diprediksi meningkat.
“Bahwa puncak arus mudik nan bakal diperkirakan adalah tanggal 18. Jadi tanggal 18 itu kelak antara jam 10 sampai jam 12 bakal kita berlakukan one way nasional arus mudik,” ujarnya.
Pihaknya menyiapkan sejumlah rekayasa lampau lintas dengan memanfaatkan tol fungsional di beberapa ruas untuk membantu memecah arus kendaraan pemudik.
“Ada juga pengalihan tol fungsional di Japek Selatan. Nanti ini sangat strategis untuk memecah pada saat arus balik. Jadi Sadang sampai ke Deltamas sampai Setu ini bisa digunakan. Termasuk di Bocimi, Parungkuda sampai Karangtengah sehingga kelak nan harusnya jalan arteri Cibadak ini kelak bisa terurai,” ungkapnya.
“Termasuk juga nan ada di Solo–Jogja, nan dari Probolinggo ke Besuki sampai Paiton, termasuk dari Semarang–Bawen sampai Ambarawa sudah difungsionalkan,” ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·