Maskapai penerbangan asal Korea Selatan, Korean Air, bakal meluncurkan maskapai terpadu hasil akuisisi Asiana Airlines pada 17 Desember 2026.
Keputusan tersebut diumumkan setelah kedua perusahaan menyelesaikan seluruh proses hukum, mengenai penggabungan upaya nan telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Dilansir Korean Times, akuisisi ini merupakan kelanjutan dari perjanjian awal nan ditandatangani pada November 2020. Dalam proses integrasi tersebut, Korean Air bakal mengambil alih seluruh aset, kewajiban, hak, operasional, hingga sumber daya manusia milik Asiana Airlines, demi menciptakan satu entitas penerbangan nasional nan lebih kuat.
Dalam skema merger nan telah disepakati, satu lembar saham Korean Air bakal dikonversi dengan 0,2736432 saham Asiana Airlines. Langkah ini menjadi bagian krusial dalam restrukturisasi industri penerbangan Korea Selatan pascapandemi COVID-19.
Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan berbareng lembaga kreditur negara telah memberikan support likuiditas senilai 3,6 triliun won, alias sekitar 2,42 miliar dolar AS kepada Asiana Airlines nan mengalami tekanan finansial akibat pandemi.
Selama proses akuisisi berlangsung, Korean Air turut menangani restrukturisasi finansial dan operasional Asiana, termasuk penyelesaian pembayaran biaya publik.
Setelah perjanjian resmi dijalankan, Korean Air bakal mengusulkan permohonan merger kepada Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan.
Setelah mendapatkan persetujuan domestik, maskapai tersebut juga bakal melanjutkan proses registrasi kepada regulator penerbangan internasional, guna menyelaraskan sistem keselamatan dan prosedur operasional di jaringan penerbangan dunia mereka.
Pihak Korean Air menyebut integrasi ini bakal meningkatkan konektivitas jaringan internasional, sekaligus memperkuat posisi Bandara Internasional Incheon sebagai pusat transit penerbangan global.
"Penggabungan ini diharapkan memperkuat posisi Korean Air di pasar global, sekaligus menjadikan Bandara Internasional Incheon sebagai pusat penerbangan internasional nan semakin strategis," ujar pihak Korean Air.
Selain konsentrasi pada aspek operasional, perusahaan juga tengah menyatukan program loyalitas pelanggan, termasuk integrasi sistem mileage dari kedua maskapai.
Proses tersebut dilakukan berbareng otoritas perdagangan dan regulator terkait, agar transisi bagi penumpang melangkah lancar.
Sementara itu, menjelang peluncuran maskapai terpadu, Korean Air juga melakukan beragam peningkatan layanan.
Beberapa akomodasi lounge di Bandara Incheon telah diperbarui, sementara awak penerbangan dari kedua maskapai menjalani training untuk memastikan standar prosedur nan seragam.
Tidak hanya itu, perusahaan juga memodernisasi pusat training kru kabin, guna menghadapi peningkatan volume operasional setelah merger selesai dilakukan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·