Dituding Perkeruh Suasana di Wamena, Gubernur John Tabo Lapor Polisi

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo membikin laporan polisi mengenai kasus pencemaran nama baik buntut tudingan nan menyebut dirinya telah memperkeruh suasana dan terjadinya bentrok perang antarsuku di Wamena.

"Saya datang ini untuk melaporkan voice alias bunyi nan beredar di medsos maupun grup-grup WhatsApp kemarin sore hingga pagi ini, di mana ada seorang tokoh nan menuduh saya memperkeruh suasana dan terjadinya bentrok perang antarsuku di Wamena," katanya di Wamena, Minggu (17/5).

John Tabo mengatakan kedatangannya ke Mapolres Jayawijaya sekaligus untuk membuktikan apakah perkataan oknum itu dalam bunyi nan beredar di medsos itu betul alias salah dan kudu bertanggung jawab atas apa nan disampaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena menyampaikan segala sesuatu di medsos itu ada aturannya dan hukumnya. Maka sebagai penduduk negara nan baik maka saya menempuh jalur norma agar adanya asas keadilan norma setiap penduduk negara Indonesia," ujarnya.

Dia menegaskan laporan polisi ini juga untuk memberikan pelajaran norma kepada seluruh masyarakat di mana saja berada khususnya di Papua Pegunungan untuk tidak bicara sembarangan di medsos.

"Saya mau kasih pelajaran hukum, agar semua orang tidak bicara menuduh orang sembarangan di medsos, apalagi saya ini gubernur. Bilang saya memprovokasi, masalah pembangunan dan perang, apa hubungannya, lantaran masalah perang ini telah berjalan sejak tahun 2024 di mana persoalan perang ini bermulai dari senggol tabrak mobil orang Kurima dan sopirnya orang Lanny Jaya," katanya.

Dia meminta agar Polres Jayawijaya menindaklanjuti laporan polisi nan telah dibuat itu dan segera mengungkap tokoh nan memberikan pesan bunyi di medsos tersebut dalam waktu satu minggu.

Sementara itu Perwira Penghubung Polda Papua di Papua Pegunungan Kombes Pol Andi Y Enoch memastikan laporan polisi nan telah dibuat oleh Gubernur Papua Pegunungan John Tabo segera ditindaklanjuti.

"Kami sudah mengarahkan ke Kasatreskrim, setelah laporan selesai maka langkah awal adalah memintai keterangan dari bapak gubernur dan langsung mencari pelakunya," katanya.

Perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan telah menelan korban jiwa hingga 13 orang dan 19 orang lainnya dilaporkan luka-luka.

Sementara dari 19 orang luka-luka, tiga orang di antaranya mengalami luka berat. Puluhan korban luka tetap dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Wamena.

Pihak kepolisian tetap melakukan jumlah gedung nan dirusak alias dibakar saat perang berlangsung. Namun ratusan penduduk dilaporkan mengungsi.

Bentrok suku di Wamena melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma), nan awalnya terjadi di Distrik Woma, Jayawijaya pada Kamis (14/5) namun meluas di sejumlah letak di Jayawijaya hingga Jumat (15/5).

Dalam berantem ini, kedua belah pihak menggunakan senjata tajam dan panah. Kapolda Papua, Irjen Patrige R Renwarin mengatakan bentrok dua golongan penduduk itu dipicu kasus kecelakaan lampau lintas nan menewaskan personil DPRD Lanny Jaya pada 17 Mei 2024 silam.

"Konflik berasal dari pertikaian lama nan kembali memanas akibat persoalan denda budaya pasca peristiwa kecelakaan lampau lintas nan menewaskan personil DPR dari Lanny Jaya pada tahun 2024," kata Irjen Patrige dalam keterangannya, Jumat (15/5).

Patrige belum menjelaskan lebih jauh mengenai perkara denda budaya nan dimaksud. Namun situasi semakin kompleks setelah mediasi mengenai pembayaran denda budaya mengalami kebuntuan hingga berujung pada tindakan saling serang.

(antara/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional