Jepretan layar(Google)
SELAIN duel antara tuan rumah Meksiko kontra Afrika Selatan, laga Grup A Piala Dunia 2026 juga akqn menghadirkan duel Korea Selatan berhadapan dengan Republik Ceko di Estadio Guadalajara, Meksiko, Jumat (12/6) pagi pukul 09.00 WIB. Kedua tim sama-sama memburu tiga poin pertama untuk membuka jalan menuju fase gugur.
Di atas kertas Korsel mempunyai kualitas perseorangan lebih baik dan pengalaman lebih banyak di panggung dunia. Namun Ceko membuktikan mereka punya mental baja nan bisa bangkit dari situasi susah nan tercermin selama kualifikasi.
Korsel datang dengan modal meyakinkan. Tim didikan Hong Myung-bo menjadi satu-satunya tim nan tidak terkalahkan sepanjang kualifikasi Asia. Mereka membukukan 11 kemenangan dan lima hasil seri sembari mencetak 40 gol.
Negeri Ginseng itu juga memanaskan mesin menjelang turnamen dengan kemenangan atas El Salvador dan pesta lima gol ke gawang Trinidad dan Tobago. Saat ini mereka menempati ranking ke-25 FIFA dan bakal menjalani Piala Dunia ke-12, terbanyak di antara negara-negara Asia.
Laga pembuka krusial untuk moral tim. Striker Korsel Hwang Hee-chan berambisi bisa mengulang momen heroik empat tahun lampau ketika golnya ke gawang Portugal membawa Taegeuk Warriors melaju ke babak 16 besar.
"Jika saya bisa kembali menciptakan momen seperti itu, tentu bakal sangat bagus untuk saya dan tim. Saya terus bekerja keras untuk kesempatan seperti itu. Semua pertandingan penting, tetapi laga pertama mempunyai makna nan sangat spesial," kata Hwang.
Sorotan utama tentu tertuju kepada kapten Son Heung-min. Pemain nan sekarang memperkuat LAFC di Amerika itu hanya memerlukan dua gol lagi untuk menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Korea Selatan milik Cha Bum-kun.
Di lini belakang, Kim Min-jae bakal menjadi pemimpin pertahanan Korsel. Meski lebih diunggulkan, Taeguk Warriors tidak mau meremehkan Ceko nan datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Pasalnya, tim Eropa Tengah itu akhirnya kembali ke panggung bumi setelah tidakhadir selama 20 tahun sejak tampil di Piala Dunia 2006. Perjalanan Ceko menuju Piala Dunia 2026 juga tidak mudah. Mereka kudu melewati jalur playoff setelah kandas menyalip Kroasia di fase kualifikasi Eropa. Dalam playoff, mereka menyingkirkan Irlandia dan Denmark melalui dua drama adu penalti setelah sama-sama bermain seri 2-2.
Kebangkitan Ceko terjadi setelah kehadiran pembimbing Miroslav Koubek. Sejak pemusatan latihan, mereka meraih enam kemenangan beruntun, termasuk mengalahkan Kosovo dan Guatemala dalam laga pemanasan terakhir.
Koubek membangun tim dengan karakter pragmatis dan pertahanan disiplin. Ceko tidak keberatan menyerahkan penguasaan bola kepada musuh tetapi sangat rawan dalam situasi bola mati. Setengah dari gol mereka sepanjang kualifikasi lahir dari skema set piece.
Ancaman terbesar bakal datang dari striker Patrik Schick nan mencetak lima gol di kualifikasi dan sudah mengoleksi enam gol dalam tujuh penampilan di turnamen besar berbareng negaranya.
Walau tidak lagi diperkuat nama-nama legendaris seperti Pavel Nedved alias Petr Cech, Ceko tetap datang dengan identitas kuat ialah pertahanan rapat, pressing agresif, dan disiplin organisasi permainan. (AFP/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·