Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang

Tim SAR mencari orang-orang nan terjebak di reruntuhan toko kelontong sehari setelah gempa berkekuatan M7,8 di General Santos, Filipina, 9 Juni 2026. (Foto: Reuters)

MANILA – Jumlah korban tewas akibat gempa besar nan melanda Filipina pada Selasa (9/6/2026) telah bertambah menjadi lebih dari 40 orang. Ribuan orang tetap mengungsi dan lebih dari 450 orang mengalami luka-luka setelah gempa berkekuatan M7,8 itu mengguncang Pulau Mindanao pada Senin (8/6/2026), meruntuhkan gedung dan memicu peringatan tsunami hingga ke Indonesia.

Pihak berkuasa melaporkan setidaknya 479 orang terluka, termasuk 456 di Wilayah 12 dan 23 di Wilayah Davao. Gempa tersebut memengaruhi sekitar 88.000 orang di seluruh Mindanao selatan, termasuk 22.690 penduduk nan mengungsi. Para pejabat mengatakan banyak penduduk tetap berada di ruang terbuka lantaran gempa susulan nan terus bersambung dan kekhawatiran tentang keamanan struktural bangunan.

Di provinsi Sarangani nan paling parah terkena dampak, beberapa wilayah tetap hanya dapat diakses dengan helikopter dan kekhawatiran bakal gempa susulan memperlambat upaya penyelamatan, kata pejabat setempat kepada wartawan dalam sebuah pengarahan pada hari Selasa.

"Masih ada gempa susulan, jadi para penyelamat sangat berhati-hati dalam pendekatan mereka. Itu adalah tantangan," kata kepala pertahanan sipil regional Rodrigo Sosmena, sebagaimana dilansir TRT. Serangkaian gempa susulan nan kuat mengguncang wilayah tersebut sekitar dua jam setelah gempa pertama, sementara ratusan gempa mini menyusul.

Hingga Selasa pagi, jumlah korban tewas dari sumber-sumber provinsi nan dihubungi AFP mencapai 41 orang.

Pihak berkuasa melaporkan kerusakan pada sembilan jembatan dan 19 jalan, dengan kerugian prasarana diperkirakan lebih dari 900 juta Peso (sekitar Rp263 miliar). Sebanyak 1.889 rumah rusak, termasuk sekitar 1.500 nan hancur total. Kerugian kekayaan barang diperkirakan mencapai 15 juta Peso (Rp4,38 miliar), sementara penilaian tetap berjalan dan nomor tersebut tetap dapat berubah.

Departemen Pendidikan melaporkan kerusakan signifikan pada sekolah-sekolah di seluruh Mindanao. Menurut penilaian awal, 1.159 ruang kelas di 231 sekolah negeri di lima wilayah mengalami kerusakan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com