Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-China Tembus 1.385 Jiwa, Ribuan Masih Hilang

Sedang Trending 36 menit yang lalu

KATHMANDU - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang luar biasa di Nepal telah mencapai setidaknya 1.342 orang, dengan ribuan lainnya tetap dinyatakan hilang, menurut laporan pejabat dan media setempat.

Total korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di sepanjang perbatasan Nepal-China meningkat menjadi setidaknya 1.385 orang, sementara 5.519 orang tetap lenyap 11 hari setelah musibah terjadi, berasas info resmi dari kedua negara pada Minggu (6/9/2026).

Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal menyatakan bahwa sekitar 5.000 orang, termasuk 589 penduduk negara asing, tetap dinyatakan hilang. Sejauh ini, lebih dari 13.000 orang telah diselamatkan dari wilayah-wilayah nan terdampak banjir.

Otoritas China menyatakan bahwa setidaknya 43 orang dipastikan tewas, sementara 519 orang lainnya tetap lenyap di Tibet. Dari jumlah orang nan lenyap tersebut, 850 di antaranya adalah penduduk negara asing, menurut info resmi dari Nepal dan China.

Wilayah nan Paling Terdampak

Menurut perkiraan Dana Kependudukan PBB (UNFPA), terdapat sekitar 4.430 wanita mengandung nan tinggal di beragam wilayah di 15 wilayah administratif nan mencakup distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading—wilayah nan paling parah terdampak banjir luar biasa pekan lalu.

Berdasarkan perkiraan tersebut, diperkirakan bakal terjadi sekitar 500 kelahiran pada bulan mendatang, dengan sekitar 74 wanita di antaranya berpotensi memerlukan penanganan medis obstetri darurat.

Di Rumah Sakit Trishuli, bangsal bersalin telah diubah menjadi pos darurat untuk penanganan medis krisis. Basanti Pancha, kepala departemen tersebut, mengatakan bahwa rumah sakit telah menangani sembilan persalinan sejak banjir terjadi, tetapi mereka kewalahan menangani beragam kebutuhan lainnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com