Jakarta -
Taufik Hidayat, pelaku penyekapan wanita di Bandung telah ditangkap oleh polisi. Diketahui YTR telah disekap dan dianiaya oleh Taufik selama tiga tahun. Keluarga korban meminta agar tersangka dihukum seberat-beratnya.
Saat ini, YTR tetap menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Kondisinya sudah mulai membaik.
Pengacara korban, Januar Solehuddin, mengatakan korban dan family antusias dengan adanya berita penangkapan tersebut. Namun family korban tetap terdapat emosi kemarahan atas perbuatan sadis nan dilakukan tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pertama, ya awalnya mah sebetulnya marah ya ngambek gitu. Aduh, ngambek. Tapi ya ada berterima kasih juga alhamdulillah (ditangkap)," ujar Januar.
Januar mengatakan korban sekarang sudah dalam kondisi berbeda dengan saat pertama kali datang ke rumah sakit pada 10 Juni lalu.
"Alhamdulillah sekarang sudah bisa berbicara, terbatas tapi ya. Maksudnya jika awal itu tetap ada nan enggak jelas, tapi jika diulang jelas. Kalau sekarang kondisinya sudah jelas sekali dan sudah membaik alhamdulillah," ungkapnya.
"Mereka menginginkan keadilan nan sebenar-benarnya keadilan. Dalam makna bisa dihukum nan seberat-beratnya gitu," tambahnya.
Kabar senang juga diungkapkan oleh family korban. Bibi korban, Erni Heryadi bercerita korban sekarang sudah mau menyantap makanan favoritnya.
"Kondisi dia bagus. Pertama nan dia minta hanya minta mi ayam. Mi ayam itu bukan perihal mewah, mungkin nggak rasain (saat disekap pelaku), saya sampai suapi dia," ungkap Erni.
Erni menyebut, meski YTR mengalami gangguan penglihatan, dia tetap mandiri. Hal itu terlihat, saat Erni hendak menyuapi, YTR malah mau makan sendiri padahal sedang sakit.
"Saya suapi dia, tangannya (seperti) mau makan sendiri," ujarnya.
Erni juga menyampaikan, kondisi penglihatan YTR saat ini tak bisa memandang akibat penganiayaan berat.
"Kondisi menurut dokter, sebelah kanan rusak, matanya memang minus, kacamata tebal, dibuka kacamata saja matanya kurang jelas, mata kiri pupilnya mengecil," ucapnya.
Dalam postingan akun IG Erni, YTR pun menyampaikan respons atas dirinya nan telah bebas dari Taufik. YTR mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Polda Jabar nan telah menangkap Taufik.
"Alhamdullilah senang sekali, terima kasih Pak Kapolda sudah bantu saya, saya senang lagi, saya lebih tenang lantaran sudah ditangkap," kata YTR saat ditanya angan oleh bibinya.
YTR mau Taufik diberi balasan nan berat. "Saya mau dia dihukum seberat mungkin, biar dia rasakan apa nan saya rasain," ungkapnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) sudah memutuskan nasib duit sayembara Rp 250 juta untuk menemukan Taufik Hidayat. KDM memutuskan duit sayembara bakal diserahkan untuk YTR.
"Kami sampaikan bahwa sayembara siapa nan menemukan pelaku kebiadaban terhadap ialah Vita Taufik Hidayat bakal diberikan duit Rp 250 juta, sayembara itu sudah berhujung dan pelaku kejahatan tersebut ditangkap oleh Polda Jabar," kata Dedi.
KDM memastikan duit Rp 250 juta bakal diberikan pada korban dalam corak deposito. Hal itu dilakukan setelah dia berkoordinasi dengan Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan.
Kordinasi dilakukan lantaran Taufik Hidayat ditangkap oleh tim campuran dari Polda Jabar. Karena itu, dia memutuskan menyerahkan duit sayembara Rp 250 juta kepada korban.
"Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar dan Kapolda menyarankan biaya Rp 250 juta itu diserahkan pada family korban. Dan saya menyerahkannya dan dibuatkan sertifikat simpanan senilai Rp 250 juta," ucapnya.
Menurutnya, simpanan tersebut bakal diserahkan langsung kepada family korban pada 1 Juli 2026, bertepatan dengan Hari Bhayangkara. "Selanjutnya pada tanggal 1 Juli 2026, berbarengan dengan Hari Bhayangkara kami bakal menyerahkan sertifikat simpanan Bank Jabar senilai Rp 250 juta," ujar Dedi.
Simak info lebih komplit mengenai perkembangan kondisi YTR hanya di detikPagi jenis Jumat (26/6/2026).
Nikmati terus menu sarapan info unik detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube, TikTok dan FB detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.
"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"
(vrs/vrs)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·