Korban Luka Serangan AS ke Sebuah Pernikahan di Iran Bertambah jadi 68 Orang

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Korban Luka Serangan AS ke Sebuah Pernikahan di Iran Bertambah jadi 68 Orang Seorang pengunjuk rasa membawa poster di depan Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat.(Dok. ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui/tom.)

WAKIL Gubernur Hormozgan, Ahmad Nafisi, melaporkan lonjakan signifikan jumlah korban luka akibat serangan militer Amerika Serikat (AS) nan menyasar penduduk sipil saat merayakan pernikahan di wilayah Kuhestak, Sirik, Iran. Hingga Selasa (2/9/2026), tercatat sebanyak 68 orang mengalami luka-luka.

"Jumlah korban luka dalam serangan militer AS terhadap sebuah aktivitas pernikahan di Kuhestak, Sirik, meningkat jadi 68 orang," ujar Nafisi sebagaimana dikutip dari instansi buletin pemerintah pada Selasa.

Data terbaru ini menambah daftar panjang akibat serangan mematikan tersebut. Sebelumnya, Nafisi telah mengonfirmasi bahwa serangan di Kuhestak itu juga mengakibatkan sedikitnya empat orang meninggal dunia.

Ancaman Balasan dari Teheran

Menanggapi kejadian berdarah di Provinsi Hormozgan tersebut, Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, memberikan pernyataan keras. Ia menegaskan bahwa Iran tidak bakal tinggal tak bersuara dan bakal melakukan tindakan jawaban terhadap Amerika Serikat.

Melalui unggahan di media sosial X, Azizi mengecam tindakan tersebut sebagai corak keputusasaan pihak nan dia sebut sebagai "pembela HAM palsu". Ia juga mengaitkan tragedi ini dengan rentetan kejahatan serupa nan pernah terjadi di wilayah Minab dan Lamerd.

"Serangan terhadap aktivitas pernikahan dan pembunuhan terhadap masyarakat sipil di Kuhestak, Iran, adalah bukti nan paling nyata bakal keputusasaan pembela HAM tiruan serta pengulangan atas kejahatan mereka di Minab dan Lamerd," tegas Azizi.

Ia memperingatkan bahwa kekuatan militer Iran siap mengambil tindakan tegas sebagai respons atas serangan tersebut. "Jangan salah, kejahatan ini tidak bakal dibiarkan begitu saja. Tidak ada nan bakal melindungi mereka dari tekad baja Angkatan Bersenjata Iran," pungkasnya. (Sputnik/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia