Ilustrasi(Dok Pexels)
PROSES pengobatan YTR, korban kekerasan dan penyekapan nan dilakukan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, tidak dapat dilakukan sekaligus dan memerlukan waktu pemulihan nan panjang.
Korban kudu menjalani serangkaian operasi nan ditangani tim master Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Tindakan medis tersebut kemungkinan besar dilakukan secara berjenjang dan tidak cukup hanya dalam satu kali operasi.
"Nanti ada operasi bertahap. Jadi satu operasi, rehat dulu lantaran ada beberapa kondisi nan kudu diperbaiki. Jadi perawatannya memerlukan waktu nan cukup lama lantaran operasi pertama selesai, kemudian pasien dipulangkan terlebih dahulu," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi, Kamis (25/6).
Meski proses pengobatan diperkirakan menyantap waktu lama dan memerlukan biaya nan tidak sedikit, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjamin support biaya pengobatan hingga proses pemulihan korban.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat diinstruksikan oleh Pak Gubernur untuk memberikan support dalam proses pengobatan. Jadi insyaallah bakal terus dalam pemantauan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujar Vini.
Ia menambahkan, kondisi YTR saat ini terus menunjukkan perkembangan nan membaik dan bakal terus dipantau oleh tim medis.
"Sudah dibentuk tim unik nan terdiri dari ahli bedah, bedah plastik, dan ahli mata untuk menangani korban," ucapnya.
Diketahui, YTR, 30, wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, disekap dan dianiaya selama bertahun-tahun oleh Taufik Hidayat hingga mengalami abnormal bentuk permanen.
Setelah sempat ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh kepolisian, Taufik Hidayat akhirnya sukses ditangkap oleh tim unik Polda Jawa Barat. Saat ini, pelaku menjalani pemeriksaan intensif, sementara YTR tetap menjalani perawatan dan proses pemulihan. (DG/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·