Koperasi Merah Putih Tetap Jalan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Koperasi Merah Putih Tetap Jalan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro(Antara)

PEMERINTAH memastikan program Koperasi Desa Merah Putih tetap bersambung meski muncul kejadian nan menyebabkan sejumlah peserta meninggal bumi dalam rangkaian aktivitas mengenai program tersebut.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menegaskan penanganan terhadap peristiwa tersebut bakal dilakukan secara terpisah dari penyelenggaraan program Koperasi Merah Putih nan saat ini terus berjalan.

Menurutnya, aspek mitigasi akibat dalam sebuah program dan penanganan kejadian merupakan dua perihal nan berbeda. "Mitigasinya tentu berbeda antara program Koperasi Merah Putihnya kemudian penyediaan sumber daya untuk mengelola itu dan untuk perihal mengenai dengan peristiwa alias kejadian-kejadian seperti itu ya bakal ditangani sebaik-baiknya," kata Juri dikutip pada Kamis (25/6).

Ia menjelaskan, pemerintah bakal memastikan setiap kejadian nan muncul dalam penyelenggaraan program mendapatkan penanganan nan tepat. Namun, kejadian tersebut tidak bakal memengaruhi keberlanjutan program nan telah dirancang untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan koperasi.

Menurut Juri, konsentrasi pemerintah saat ini adalah memastikan program tetap melangkah sesuai tujuan sekaligus menangani akibat dari peristiwa nan terjadi secara ahli dan bertanggung jawab.

Karena itu, pemerintah memisahkan proses pertimbangan teknis program dengan penanganan kejadian nan menimbulkan korban jiwa. Langkah tersebut dinilai krusial agar tujuan pembangunan ekonomi desa melalui Koperasi Merah Putih tetap dapat dilanjutkan.

"Untuk perihal mengenai dengan peristiwa alias kejadian-kejadian seperti itu ya bakal ditangani sebaik-baiknya dan tentu dipisahkan dari aktivitas alias kelanjutan dari program ini, jadi program Koperasi Merah Putih tentu lanjut," ujarnya.

Diketahui, korban meninggal dalam pendidikan latihan dasar kemiliteran alias latsarmil program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) Kopdes-KNMP bertambah menjadi tiga orang. Peserta terbaru nan dilaporkan meninggal adalah Novia Rahmadhani Sihotang.

Novia meninggal bumi pada Selasa (23/6) setelah sebelumnya mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti pendidikan latsarmil. Berdasarkan keterangan nan disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, kondisi kesehatan Novia berangkaian dengan penyakit tuberkulosis (TB).

Sebelum Novia, dua peserta Program SPPI nan dipersiapkan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) juga dinyatakan meninggal bumi saat mengikuti latsarmil.

Kedua peserta tersebut adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Rico menjelaskan Anisa meninggal bumi akibat heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Heat stroke alias sengatan panas merupakan kondisi darurat gawat akibat paparan suhu panas ekstrem. Dalam kondisi itu, suhu inti tubuh melonjak drastis hingga mencapai alias melampaui 40 derajat Celsius dan sistem pengaturan suhu tubuh kandas berfungsi. Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal bumi saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja. (Mir/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia