Liputan6.com, Jakarta - Koperasi Desa Merah Putih, program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini tidak lepas dari pro kontra. Sorotan tajam ditujukan mengenai letak pembangunan koperasi. Ada nan di tepi jurang, dekat kuburan hingga area terpencil.
Sorotan tersebut tidak hanya kritikan tertulis, namun berkembang menjadi parodi. Video-video itu pun bertebaran di sosial media.
Salah satu sorotan adalah Koperasi Merah Putih di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Koperasi Merah Putih dibangun di lereng gunung dan dikelilingi kebun.
Suasananya jauh dari permukiman dengan akses jalan nan dinilai belum memadai.
Informasi dihimpun, koperasi berada di Desa Sidokaton, Kecamatan Gisting, tepatnya di jalur pendakian via Sidokaton, di bawah lapangan desa.
Narasi tersebut kemudian menyebar luas dan memunculkan pertanyaan mengenai argumen pembangunan koperasi di letak nan dianggap terpencil.
Pemerintah Pekon Sidokaton berbareng pengurus Koperasi Desa Merah Putih buka bunyi setelah video merekam keberadaan kopdes tersebut viral. Kepala Pekon Sidokaton, Indrio Basuki, menegaskan info nan beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Mereka membantah gedung koperasi berada di bawah Gunung Tanggamus alias jauh dari permukiman.
Menurut mereka, gedung KDMP justru berada di tengah lingkungan penduduk Pekon Sidokaton.
"Kami bersama-sama menjelaskan bahwa video nan beredar di TikTok mengenai pembangunan Kopdes Merah Putih di Pekon Sidokaton nan disebut berada di bawah Gunung Tanggamus itu tidak benar. Bangunan Gedung Merah Putih berada di tengah-tengah permukiman penduduk Pekon Sidokaton," ujar Indrio Basuki dalam video penjelasan tersebut, Selasa (7/7/2026).
Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, kondisi serupa juga ditemukan. Koperasi Merah Putih dibangun di lereng Gunung Kendal.
Bahkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berbareng Mabes TNI turun ke letak untuk memastikan berita tersebut.
Berdasarkan hasil peninjauan, tim menemukan bahwa pemilihan letak KDKMP di area perbukitan merupakan bagian dari rencana pengembangan wilayah desa nan telah disusun untuk jangka panjang.
"Kami datang langsung ke lapangan lantaran pengawasan kudu memandang kebenaran secara menyeluruh, tidak hanya berasas foto alias potongan info nan beredar," kata Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP RI Setia Pria Husada, dikutip dari Antara, Senin (8/6/2026).
"Setelah memandang kondisi riil, kami menemukan bahwa letak ini merupakan bagian dari perencanaan pengembangan area desa nan mempunyai orientasi jangka panjang dan mempertimbangkan potensi ekonomi nan ada," katanya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·