Kontribusi Freeport ke Negara Capai Rp 187 Triliun. Ini Buktinya

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memberikan kontribusi nyata bagi negara. Terbukti, perusahaan tersebut tidak hanya menambang untuk nilai perusahaan, tetapi juga konsisten menjalankan tugasnya sebagai salah satu penopang bagi penerimaan negara.

Berdasarkan laporan finansial periode 2021-2025, total kontribusi PTFI melalui dividen dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai US$11,04 miliar alias sekitar Rp187 triliun (kurs Rp17.000 per dolar AS). Kontribusi tersebut didominasi dividen sebesar US$8,96 miliar, sementara PNBP mencapai US$2,08 miliar.

Secara historis, kontribusi perusahaan tambang tembaga dan emas nan berada di bawah Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID tersebut terus berada pada level nan tinggi mengikuti siklus nilai komoditas global. Pada 2021, PTFI membagikan dividen sebesar US$234 juta dengan PNBP sekitar US$1,5 miliar.

Kinerja melonjak pada 2022 dengan dividen mencapai US$3,075 miliar, sementara PNBP sebesar US$145 juta. Kontribusi kemudian mengalami penyesuaian pada 2023 dengan dividen US$708 juta dan PNBP US$140 juta.

Pada 2024, keahlian kembali menguat dengan dividen US$2,95 miliar dan PNBP US$183,8 juta. Sementara pada 2025, dividen tercatat sekitar US$2,0 miliar dengan PNBP US$112,4 juta.

Ekonom INDEF, Rizal Taufikurahman memandang kontribusi PTFI mencerminkan peran strategis sektor tambang di bawah kelolaan negara dalam menopang penerimaan Indonesia, terutama saat nilai komoditas berada pada level tinggi.

"Kontribusi PTFI besar dan menjadi salah satu penopang krusial penerimaan negara dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika terjadi boom nilai komoditas. Ini menunjukkan kapabilitas perusahaan dalam menghasilkan nilai ekonomi nan signifikan," ujar Rizal dalam keterangannya, dikutip Senin (13/4/2026).

Walau begitu, dia memandang ke depan terdapat ruang penguatan dari sisi kebijakan fiskal agar faedah tersebut bisa lebih stabil dan berkelanjutan. Optimalisasi tidak hanya mengenai besaran kontribusi, tetapi juga gimana struktur penerimaan dapat semakin diperkuat melalui kebijakan hilirisasi pertambangan nan digencarkan oleh pemerintah melalui MIND ID.

"Ke depan, pemerintah dapat mendorong skema nan lebih adaptif seperti sistem berbasis windfall saat nilai tinggi, memperkuat hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri, serta meningkatkan transparansi pengelolaan penerimaan. Dengan begitu, kontribusi besar dari pelaku upaya seperti PTFI bisa semakin berakibat bagi transformasi ekonomi nasional," tandasnya. 

(bul/bul) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News