Konten Kreator Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin, Ini Aturan yang Dilanggar

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Lini massa dihebohkan dengan polemik antara konten kreator dengan SPG di gelaran GIIAS 2026. Kejadian berasal dari curhatan wanita nan bekerja sebagai SPG di salah satu booth mobil nan mengaku menjadi objek dari konten influencer @ebemmartono tanpa persetujuan.

Curhatan wanita tersebut diunggah melalui akun Threads pribadinya @leonnyluhendo. Unggahan tersebut mendapatkan respons dan support dari netizen.

Dalam unggahannya, Leonny mengaku didatangi dua orang diduga pembuat konten ke boothnya. Dua orang ini bertanya soal spesifikasi mobil dan memuji kemampuannya menjelaskan produk nan dijualnya.

Setelah memberikan penjelasan, dua orang tersebut mulai menanyakan identitas pribadi, mulai dari nama dan usia. Leonny mengaku menjawab dengan sopan seluruh pertanyaan.

Hingga akhirnya, dia menyadari tanya jawabnya itu direkam mengenai info pribadinya. Bahkan, dia akhirnya mengetahui jika laki-laki tersebut merekam dari kamera tersembunyi di kacamatanya.

Salah satu pembuat sempat memperlihatkan HP nan dipakai merekam dari belakang. Saat itu, mengira kamera hanya diarahkan ke area booth dan mobil nan dijaganya. Dia tidak protes lantaran merekam produk diizinkan selama acara.

Namun, beberapa saat kemudian, dia menerima kiriman video dirinya sebagai objek utama. Narasi dalam konten itu tertulis "cara deketin cewe di pameran."

Dia mengaku tidak nyaman dengan tindakan dua konten pembuat tersebut. Dia langsung menghubungi konten pembuat tersebut melalui pesan pribadi dan meminta agar video tersebut dihapus.

"Aku sama sekali gakenal konten pembuat ini, gatau isi” konten dia itu apa aja dan tba” ada nan mengirimkan output video saya yg dibuat oleh mereka dengan narasi “cara deketin cewe dipameran”. oleh lantaran isi konten dan narasi tersebut saya merasa sangat tidak nyaman dan berupaya dengan baik mendm dan meminta untuk mentakedown kontennya," tulis Leonny seperti dikutip Liputan6.com, Senin (3/8/2026).

Dia menyayangkan, perekaman tersebut dilakukan tanpa ada persetujuan darinya untuk dijadikan konten di media sosial. Dia juga tidak diberi tahu bahwa telah direkam secara sembunyi-sembunyi menggunakan kamera di kacamata.

"Mereka juga tidak memberitahukan bahwa mereka memakai KAMERA YANG ADA DIKACAMATANYA untuk merekam saya dari depan," ujar dia.

Wanita itu pun berupaya menghubungi @ebemmartono melalui direct message (DM) agar mentake down video dirinya sebagai objek utama, bukan mobil nan dipamerkan. Sayangnya, sang konten pembuat menolak dengan dalih perekaman dilakukan di area publik tidak masalah.

"Kalau memang isi video mereka tentang crowd alias mereka sedang memvideo diri mereka sendiri tetapi saya secara tidak sengaja masuk ke dalam videonya, menurut saya argumen itu baru masuk akal," tulis dia.

Lebih lanjut, dia mendengar kesaksian mengejutkan dari beberapa temannya nan juga menjadi objek perekaman. Beberapa usher lain nan meminta agar video tidak diunggah justru diminta bayar duit sebagai pengganti biaya produksi konten. Dia mempertanyakan permintaan duit tersebut sebagai dugaan pemerasan.

"Kenapa kita nan kudu bayar biaya cost mereka? beginikah langkah mereka mencari uang?" ujarnya.

Akhirnya, video nan menampilkan dirinya dan rekan-rekannya tersebut diturunkan dari media sosial.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita