Konsumen dan UMKM Makin Selektif Belanja di Tengah Kenaikan Biaya Hidup

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Konsumen dan UMKM Makin Selektif Belanja di Tengah Kenaikan Biaya Hidup Di tengah ketidakpastian ekonomi, konsumen tidak hanya mencari nilai nan murah, tetapi juga kepastian nan membantu mereka merencanakan pengeluaran dengan lebih baik.(Dok. MR.D.I.Y. Indonesia)

TEKANAN inflasi dan kenaikan nilai beragam kebutuhan mendorong masyarakat semakin jeli dalam mengatur pengeluaran. Tidak hanya rumah tangga, pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dituntut menjaga efisiensi biaya agar upaya tetap melangkah tanpa kudu membebani konsumen dengan kenaikan harga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan Indonesia pada April 2026 mencapai 2,42%. Kondisi tersebut membikin masyarakat semakin memperhatikan nilai dari setiap pengeluaran nan dilakukan.

Perencana finansial Prita Ghozie menilai kepastian nilai menjadi aspek krusial dalam membantu masyarakat menyusun perencanaan finansial nan lebih sehat di tengah kondisi ekonomi nan dinamis.

"Di tengah tekanan inflasi nan tetap dirasakan masyarakat, kepastian nilai bukan sekadar untung belanja, tetapi juga bagian dari perencanaan finansial nan sehat. Ketika nilai suatu produk bisa diprediksi, konsumen maupun pelaku upaya mini dapat mengalokasikan anggaran mereka dengan lebih terencana dan tidak reaktif terhadap perubahan harga," kata dia dikutip dari siaran pers nan diterima, Kamis (4/6).

Menurut dia, kebutuhan bakal stabilitas nilai juga dirasakan pelaku UMKM nan tetap berada pada tahap awal pengembangan usaha. Dengan nilai nan lebih stabil, pelaku upaya dapat menyusun perencanaan shopping dan mengelola modal secara lebih efisien.

Prita menambahkan, di tengah ketidakpastian ekonomi, konsumen tidak hanya mencari nilai nan murah, tetapi juga kepastian nan membantu mereka merencanakan pengeluaran dengan lebih baik.

"Di tengah dinamika ekonomi, konsumen nan jeli memerlukan mitra shopping nan bisa diandalkan, bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga dari sisi kepastian," tandasnya.

Kondisi tersebut dirasakan oleh Annisa Amelia, pelaku upaya es krim asal Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Bersama suaminya, dia mengelola upaya Ice Cream BJM nan menjadi sumber pendapatan utama keluarga.

Annisa mengaku kudu semakin berhati-hati dalam mengelola biaya upaya lantaran beragam kebutuhan produksi mengalami kenaikan harga.

"Sekarang banyak nilai peralatan nan naik, mulai dari plastik sampai bahan baku. Tapi pembeli kami anak-anak sekolah, duit jajannya terbatas. Jadi kami tidak bisa asal meningkatkan harga," ungkap Annisa.

Meski menghadapi tantangan tersebut, dia tetap berupaya mengembangkan upaya dengan meningkatkan kualitas bungkusan dan tampilan produk agar lebih menarik bagi konsumen. Menurutnya, efisiensi pengeluaran menjadi salah satu kunci menjaga keberlangsungan usaha.

Fenomena serupa juga dirasakan kalangan muda nan sedang memasuki fase kemandirian finansial. Anastasya Raudothul Jannah, penduduk Tangerang berumur 19 tahun, mengaku semakin berhati-hati dalam mengelola pengeluaran setelah menyelesaikan masa magang dan tetap mencari pekerjaan.

"Buat saya, nilai nan tetap sama seperti ini membantu banget, apalagi sekarang saya tetap cari kerja dan kudu lebih berbilang soal pengeluaran," sebut dia.

Melihat kecenderungan tersebut, sejumlah peritel mulai menonjolkan aspek kepastian nilai sebagai strategi mempertahankan daya beli masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh  MR.D.I.Y. Indonesia melalui program 'Harga Tetap Sama'.

Direktur Retail Management MR.D.I.Y. Indonesia, Hendra Kurniawan, mengatakan kepastian nilai menjadi kebutuhan nan semakin dicari masyarakat di tengah kondisi ekonomi nan terus berubah.

"Melalui komitmen 'Harga Tetap Sama', kami mau menegaskan bahwa keterjangkauan nilai tetap menjadi prioritas utama MR.D.I.Y. Indonesia. Di tengah lanskap ekonomi nan terus bergerak, kami mau pengguna tetap dapat menjalani keseharian dan mengembangkan upaya mereka dengan lebih tenang," tutur Hendra.

Saat ini perusahaan mengoperasikan lebih dari 1.300 toko di beragam wilayah Indonesia. Strategi menjaga konsistensi nilai dilakukan untuk memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan rumah tangga maupun perlengkapan upaya tetap terjaga.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, pada akhir Mei lampau MR.D.I.Y. Indonesia menghadirkan instalasi giant padlock di Terowongan Kendal, Jakarta, serta beragam aktivitas interaktif saat Car Free Day di sejumlah daerah. Kegiatan itu ditujukan untuk memperkenalkan konsep keterjangkauan dan kepastian nilai kepada masyarakat. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑