Konsesi CMNP Diperpanjang Hingga 2060 Tanpa Tender, Munarman: Tol Cawang-Pluit Mestinya Gratis!

Sedang Trending 51 menit yang lalu

 Tol Cawang-Pluit Mestinya Gratis!

Munarman: Tol Cawang-Pluit Mestinya Gratis!

JAKARTA - Praktisi Hukum Munarman menyoroti perpanjangan masa konsesi Jalan Tol Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Pluit hingga 2060 mendatang. 

Seharusnya kata dia, jalan tol nan dikelola oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) tersebut digratiskan setelah masa konsesi sebelumnya berhujung pada 2025.

Munarman melanjutkan,  masa konsesi awal jalan tol tersebut semestinya berhujung pada 2022 setelah melangkah selama 35 tahun sejak 1987. Namun, masa konsesi mendapat tambahan tiga tahun hingga 2025, lantaran adanya pekerjaan tambahan. 

Persoalan kemudian muncul ketika pemerintah memberikan perpanjangan konsesi kembali selama 35 tahun hingga 31 Maret 2060. 

“Artinya, jika normal, ya, jalan tol Cawang-Tanjung Priok, Tanjung Priok-Ancol Timur, Ancol Timur sampai Pluit itu, itu semestinya kita sebagai rakyat, pengguna jalan, konsumen, itu sudah kudu gratis,” kata Munarman dalam Diskusi Publik “Membongkar Mafia Oligarki di Jalan Tol Era Jokowi” nan digelar di Sofyan Hotel Cut Meutia, Menteng, Jakarta, Senin (12/10/2026). 

Menurut dia, berakhirnya masa konsesi semestinya menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengambil alih pengelolaan jalan tol alias menunjuk badan upaya milik negara (BUMN) untuk mengelolanya dengan pungutan nan terbatas pada biaya pemeliharaan.

“Pilihan pemerintah, dalam perihal ini BPJT, ya hanya dua: Menggratiskan jalan tol alias menunjuk BUMN untuk sekadar memungut biaya pemeliharaan,” ujarnya.

Munarman menilai jika jalan tol tersebut tidak digratiskan, tarif nan dibebankan kepada masyarakat setidaknya dapat diturunkan. 

Munarman juga mempertanyakan kelanjutan pungutan tarif setelah masa konsesi sebelumnya berakhir.

Dia juga menyoroti perpanjangan konsesi selama 35 tahun berikutnya, ialah dari 2025 hingga 2060. 

Menurut dia, kebijakan tersebut perlu menjadi perhatian, lantaran berangkaian dengan faedah ekonomi jalan tol bagi masyarakat sebagai pengguna.

“Artinya, biaya jalan tol harusnya lebih turun, jikalau tidak gratis, mestinya diberikan kepada BUMN untuk mengelola agar jalan tolnya tidak rusak alias macam-macam nan lain. Artinya, biaya tolnya harusnya turun secara logika ekonomi,” katanya.

Selain polemik masa konsesi, Munarman turut menyinggung dugaan penggelembungan biaya dalam proyek tersebut. 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑