Taufik Fajar
, Jurnalis-Selasa, 27 Oktober 2026 |20:25 WIB

Konser Ye (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa konser musisi asal Amerika Serikat (AS), Ye, nan digelar pada Sabtu (24/10) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp600 miliar.
Hal ini menegaskan besarnya potensi wisata musik (music tourism) bagi perekonomian Indonesia, sekaligus menjadi penggerak ekonomi nan manfaatnya menjangkau beragam sektor pariwisata dan masyarakat.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan potensi ekonomi ini berjalan di beragam sektor pendukung pariwisata di Tanah Air nan mencakup kuliner, pembelian merchandise, hingga transaksi pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Wisatawan nan datang untuk menikmati konser tidak hanya membeli tiket pertunjukan. Mereka juga menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner, berbelanja, dan mempunyai kesempatan menjelajahi lokasi wisata lainnya,” ujar Widiyanti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (27/10).
Pada Sabtu pekan lalu, Ye menggelar konser Ye Live in Jakarta sebagai bagian dari Ye Live Concert Tour nan telah dimulai sejak 1 April 2026. Jakarta menjadi satu-satunya letak konser Ye di Asia Tenggara, sehingga menarik visitor mancanegara untuk berjamu ke Indonesia.
Berdasarkan info penyelenggara Raw Vision Collective, konser Ye Live in Jakarta dihadiri sekitar 70.000 penonton, dengan kurang lebih 25.000 di antaranya berasal dari mancanegara nan datang dari Australia, Singapura, hingga Tiongkok.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·