Konflik Saudi-Houthi Meningkat, Setiap Hari 1.400 Orang Yaman Mengungsi

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Konflik Saudi-Houthi Meningkat, Setiap Hari 1.400 Orang Yaman Mengungsi ilustrasi pengungsi.(AFP)

HAMPIR 1.400 family mengungsi dalam sehari di wilayah Yaman barat akibat meningkatnya pertempuran antara pasukan pemerintah dengan golongan Houthi, jelas otoritas setempat pada Rabu.

Unit Eksekutif Pengelolaan Hunian Pengungsi nan dikelola pemerintah mencatat sebanyak 1.367 family baru mengungsi pada 8 September di sejumlah provinsi ialah Taiz, Al-Hudaydah, dan Lahj, menurut laporan instansi buletin resmi Saba.

Dengan tambahan tersebut, jumlah pengungsi nan tercatat di tiga provinsi itu sejak awal September mencapai 6.145 keluarga. Badan tersebut mengatakan pengungsian dipicu oleh eskalasi militer nan terus berjalan dan meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan penduduk sipil.

Tim lapangan terus mendata family nan mengungsi, memverifikasi letak mereka, serta menilai kebutuhan kemanusiaan dengan berkoordinasi berbareng otoritas setempat, organisasi bantuan, dan mitra terkait.

Unit itu menyerukan organisasi kemanusiaan dan donor untuk meningkatkan support lantaran kebutuhan bakal tempat tinggal, makanan, air, kebutuhan dasar, dan jasa kesehatan terus meningkat. Mereka juga memperingatkan kemungkinan bertambahnya jumlah penduduk nan mengungsi jika situasi keamanan semakin buruk.

Warga mulai mengungsi setelah pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi meningkat dalam beberapa pekan terakhir di sejumlah kawasan, terutama di Taiz, Al-Jawf, dan Al-Bayda, disertai serangan udara terhadap posisi Houthi.

Selain itu pada Rabu, pasukan pemerintah dan Houthi juga melaporkan bentrok di sejumlah wilayah, termasuk Taiz, Al-Bayda, Al-Dhale, dan Al-Hudaydah. Pasukan nan berkawan dengan pemerintah juga mengirim bala support ke kota pelabuhan strategis Mocha di pesisir barat, dekat Selat Bab Al-Mandab.

Yaman dilanda bentrok sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Situasi tersebut mendorong koalisi Arab ketua Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman nan diakui secara internasional. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia