Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut perekonomian bumi tetap menghadapi beragam tantangan, salah satunya akibat eskalasi bentrok geopolitik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut berakibat pada pasokan energi, kenaikan nilai minyak, serta meningkatnya akibat perdagangan global.

Tekanan dunia juga memicu kenaikan inflasi di sejumlah negara dan mempersempit ruang kebijakan moneter. Selain itu, pasar finansial bumi mengalami volatilitas akibat meningkatnya kejadian perpindahan investasi ke aset nan dianggap lebih aman.

Meski menghadapi tekanan eksternal, KSSK optimistis ekonomi Indonesia tetap bisa tumbuh kuat. Daya beli masyarakat nan terjaga melalui beragam stimulus ekonomi dan program perlindungan sosial menjadi salah satu penopang pertumbuhan nasional.

Purbaya menegaskan pemerintah berbareng Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bakal terus memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dengan koordinasi antar lembaga tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 diproyeksikan tetap berada pada jalur positif, ialah di kisaran 5,6 hingga 6 persen meski perekonomian bumi tetap dibayangi beragam gejolak.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·