Jakarta -
KAI Properti menjaga kualitas aset perkeretaapian melalui pengembangan akomodasi di Stasiun. Contohnya di Stasiun Bogor dan Rangkasbitung.
Di Stasiun Bogor, pengembangan ini berupa perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 nan telah beraksi sejak 18 Juni 2026.
Pengembangan kapabilitas didorong oleh tingginya tingkat aktivitas perjalanan di stasiun tersebut. Berdasarkan info KAI, jasa Bogor Line melayani 105.704.913 pengguna sepanjang periode Januari-Agustus 2026, dengan rata-rata sekitar 435 ribu pengguna per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stasiun merupakan bagian krusial dari ekosistem transportasi nan mempunyai peran besar dalam mendukung mobilitas masyarakat," ungkap Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Penataan Stasiun Bogor Foto: Dok. KAI Properti
Perpanjangan peron dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line dengan susunan 12 kereta (SF12) nan mempunyai kapabilitas lebih besar.
Melalui pekerjaan ini, akomodasi peron dapat mengakomodasi operasional rangkaian KRL dan mendukung kelancaran naik turun pengguna di Stasiun Bogor.
Adapun rincian pekerjaan peron mencakup peron jalur 6 dan 7 nan diperpanjang dari 201 meter menjadi 251 meter, sementara peron jalur 8 nan diperpanjang dari 204 meter menjadi 252 meter. KAI Properti juga membangun struktur peron dan hall, pemasangan jalur rel, dan pekerjaan mengenai Listrik Aliran Atas (LAA).
KAI Properti juga meningkatkan akomodasi pendukung di area Stasiun Bogor melalui pemasangan kanopi pada peron 4 dan 5. Pelaksanaan pekerjaan juga dilakukan berjenjang dan bergantian untuk menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas pengguna dan perjalanan kereta api.
"Pelaksanaan pekerjaan di area stasiun aktif memerlukan perencanaan dan koordinasi nan baik. Pekerjaan dilakukan secara berjenjang agar proses pengembangan akomodasi tetap melangkah dengan memperhatikan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, serta keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan," tambah Bramantya.
Beautifikasi Bangunan Heritage Stasiun Rangkasbitung
KAI Properti juga melaksanakan beautifikasi gedung heritage di Stasiun Rangkasbitung sebagai bagian dari pengembangan aset perkeretaapian mengenai nilai sejarah, kegunaan bangunan, serta kebutuhan mobilitas masyarakat.
Pekerjaan beautifikasi dimulai sejak Mei 2026 dengan melakukan penataan beragam komponen bangunan, mulai dari struktur hingga arsitektur. Lingkup pekerjaan mencakup penataan komponen arsitektur gedung heritage, perbaikan dinding, plafon, lantai, kusen, pintu, jendela, hingga komponen genting dengan tetap mempertahankan karakter bangunan.
Penataan Stasiun Rangkasbitung Foto: Dok. KAI Properti
Selain penataan komponen heritage, KAI Properti juga melakukan peningkatan akomodasi pendukung pada gedung heritage Stasiun Rangkasbitung melalui pekerjaan instalasi elektrikal, plumbing dan sanitair, penataan pagar heritage, perbaikan saluran, pemasangan bio septic tank, serta penataan lanskap area stasiun.
"Penataan Stasiun Rangkasbitung dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara nilai sejarah dan kegunaan pelayanan," jelas Bramantya.
Adapun saat ini, Stasiun Rangkasbitung aktif melayani perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang dan KA Lokal Merak. Sepanjang Januari-Juli 2026, Stasiun Rangkasbitung mencatat 8.307.042 pergerakan penumpang melalui jasa Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang dan KA Lokal Merak.
"Melalui beautifikasi Stasiun Rangkasbitung, KAI Properti menghadirkan pendekatan penataan nan menjaga identitas heritage dan mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat," jelasnya.
Penataan Stasiun Rangkasbitung Foto: Dok. KAI Properti
Selain penataan bangunan, KAI Properti juga melakukan pengembangan akomodasi pendukung berupa gedung baru dua lantai untuk menyesuaikan kebutuhan ruang di area stasiun. Pekerjaan tersebut mencakup struktur bangunan, arsitektur, serta instalasi pendukung sesuai kebutuhan ruang.
"Kami mau Stasiun Rangkasbitung tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dengan identitas sejarah nan kuat. Melalui penataan ini, aset heritage dapat terus memberikan nilai, fungsi, dan faedah bagi masyarakat di masa sekarang maupun masa mendatang," tutup Bramantya.
(ahi/hns)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·