Jaringan Pipa Minyak Arab Saudi 1.200 Km Ditutup Usai Dihantam Drone

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta -

Arab Saudi menutup sementara jaringan pipa minyak East-West sepanjang 1.200 kilometer (km) setelah akomodasi tersebut diserang drone pada Jumat (11/9/2026). Penutupan ini menghentikan aliran ekspor minyak Saudi melalui jalur tersebut.

Mengutip Al Jazeera, Sabtu (12/9), drone dilaporkan diluncurkan dari arah Irak. Pemerintah tengah melakukan penyelidikan dan hingga sekarang belum ada golongan nan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Rekaman video dari letak memperlihatkan kepulan asap dari salah satu bagian jaringan pipa. Peralatan nan digunakan untuk mengoperasikan jaringan pipa juga dilaporkan terkena serangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

East-West Pipeline menjadi salah satu jalur krusial bagi ekspor daya Arab Saudi. Keberadaan jalur tersebut semakin krusial di tengah perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran nan mengganggu lalulintas Selat Hormuz.

East-West Pipeline membentang dari ladang minyak Abqaiq di bagian timur Saudi hingga Pelabuhan Yanbu di Laut Merah di bagian barat. Jaringan pipa tersebut dilaporkan terkena serangan drone di wilayah Riyadh dan Madinah nan menyebabkan korban luka dan kerusakan.

Jaringan pipa itu dioperasikan oleh Saudi Aramco, perusahaan minyak nan kebanyakan sahamnya dimiliki pemerintah Arab Saudi. Kementerian Energi Saudi menyatakan pipa ditutup sementara sebagai langkah pencegahan.

Dari Mana Serangan Berasal?

Kantor Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyatakan serangan berasal dari Provinsi Maysan di tenggara Irak. Meski demikian, belum ada golongan nan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Pemerintah Arab Saudi maupun Irak juga belum secara terbuka mengidentifikasi golongan nan diduga berada di kembali serangan. Irak sendiri menjadi tempat beroperasinya sejumlah golongan bersenjata nan didukung Iran.

Analis kebijakan keamanan dan pertahanan Wolfgang Pusztai menduga serangan terhadap jaringan pipa minyak Saudi kemungkinan dilakukan oleh salah satu golongan tersebut.

"Saya percaya serangan ini kemungkinan besar merupakan perintah dari Teheran. Dari perspektif pandang Teheran, ini merupakan corak support terhadap tujuan perang Houthi di Yaman, ialah agar Arab Saudi menarik diri dari Yaman," kata Pusztai.

Menurut Pusztai, kelompok-kelompok nan didukung Iran memperhitungkan bahwa semakin besar tekanan nan dirasakan Arab Saudi akibat serangan di wilayahnya, semakin besar pula kemungkinan Saudi menarik diri dari Yaman.

Kelompok Houthi nan bertempur melawan pemerintah Yaman nan diakui secara internasional mendapat support Iran. Di sisi lain, serangan itu dinilai semakin memperkuat akibat blokade Iran di Selat Hormuz lantaran Arab Saudi tidak lagi dapat mengandalkan jalur tersebut untuk menghindari Hormuz.

"Di sisi lain, perihal ini tentu semakin memperkuat blokade Iran terhadap Selat Hormuz lantaran Teheran tidak lagi membiarkan Arab Saudi melewati Selat Hormuz melalui jalur alternatif. Ini memberikan sinyal kepada Arab Saudi, dan mungkin negara-negara Teluk lainnya, bahwa Iran tidak dapat dipercaya," ujar Pusztai.

(ily/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance