Kondisi Industri Keuangan Usai Fitch & Moody's Pangkas Outlook Bank Raksasa RI

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Lembaga pemeringkat dunia menurunkan outlook sejumlah bank besar di Indonesia belum lama ini. Setidaknya, terdapat dua lembaga rating dunia nan menurunkan outlook bank tersebut ialah Fitch Ratings dan Moody's Investors Service.

Fitch Rating sendiri menurunkan outlook untuk tiga bank BUMN menjadi negatif pada 9 Maret 2026. Kemudian, Moody's menurunkan outlook lima bank besar di Indonesia ke negatif dari sebelumnya stabil.

Namun begitu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pemangkasan outlook ini tidak mencerminkan pelemahan kondisi perbankan RI secara individual. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan tidak ada persoalan struktural maupun esensial di sektor perbankan nasional nan perlu dikhawatirkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, OJK hanya perlu komunikasi berupa info dan info nan jelas nan disampaikan kepada Moody's. OJK juga membuka ruang untuk berjumpa dengan sejumlah lembaga pemeringkat untuk menjelaskan kondisi perbankan nasional berbareng Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Kita sih nggak cemas lantaran secara struktural tidak ada isu, secara esensial juga tidak ada rumor nan mengenai dengan bank-bank kita itu," ujar Dian di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026) lalu.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, memastikan lembaga pemeringkat dunia tetap mempertahankan rating bagi perbankan BUMN hingga saat ini. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa esensial perbankan nasional tetap cukup baik.

Perempuan nan berkawan disapa Kiki ini menjelaskan, lembaga pemeringkat tersebut sebenarnya banyak menyoroti komitmen otoritas mengenai terhadap reformasi integritas pasar modal. Hal ini didapati usai pertemuan antara OJK dengan salah satu lembaga pemeringkat.

"Terkait dengan outlook ya, jika kita lihat rating sebenarnya mereka tetap ya, cuman outlooknya nan kemudian dari positif menjadi negatif. Sebetulnya dengan rating nan tetap itu mereka tetap memandang sebenarnya esensial kita baik," ujar wanita nan biasa disapa Kiki ini di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/3).

Lantas gimana nasib perbankan RI usai lembaga pemeringkat dunia kompak memangkas outlook? Prospek tersebut bakal dibahas tuntas dalam aktivitas Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional.

Outlook Indonesia dipersembahkan oleh Komisi XI DPR RI berbareng detikcom didukung oleh Danantara Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, Otoritas Jasa Keuangan, PT Bank Mandiri (Persero) TBK, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) TBK, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK, PT Bank Negara Indonesia (Persero) TBK, PT Bank Tabungan Negara (persero) TBK.

Acara ini bakal mempertemukan regulator, legislator, pemerintah, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan ekonomi dalam satu ruang perbincangan nan konstruktif. Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesepahaman berbareng mengenai strategi penguatan fiskal, stabilitas sistem keuangan, percepatan investasi, serta pengembangan sektor-sektor penggerak pertumbuhan nasional tahun 2026.

Forum ini digelar di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean Kav. 12-14 A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa, 7 April 2026.

Sejumlah tokoh krusial menjadi pembicara dalam gelaran ini, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi hingga Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.

Simak juga Video 'BI Tahan Suku Bunga 4,75% untuk Jaga Rupiah':

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance