Kondisi Ekonomi Indonesia Diklaim Tahan Banting!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa keahlian perekonomian Indonesia tetap handal di tengah tekanan dunia nan kian terus meningkat.

Hal ini Gubernur BI Perry Warjiyo dalam sejumlah pertemuan lanjutan dengan penanammodal global, serta pertemuan dengan US-ASEAN Business Council dan International Monetary Fund dalam rangkaian IMF-World Bank Spring Meetings 2026 di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (15/4/2026).

"Indonesia menegaskan keahlian ekonominya nan berkekuatan tahan di tengah beragam krisis, sekaligus memperkuat kepercayaan para pelaku upaya AS nan beraksi di Asia Tenggara," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis BI, Kamis (16/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Perry mengungkapkan tiga aspek kunci penopang ketahanan ekonomi nasional, ialah kredibilitas kebijakan, keahlian penyesuaian terhadap dinamika global, dan penguatan kemitraan internasional.

Ketiga aspek tersebut meliputi, pertama, konsistensi dan sinergi kebijakan moneter, fiskal, serta stabilitas sistem finansial nan dijalankan secara kredibel.

Kedua, keahlian untuk terus beradaptasi dan menyesuaikan kerangka kebijakan seiring perubahan dinamika global.

"Ketiga, penguatan kerja sama dan kemitraan internasional, termasuk dengan Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya," ujarnya.

Di hari nan sama, Gubernur Bank Indonesia juga melakukan pertemuan dengan First Deputy Managing Director (FDMD) International Monetary Fund, Dan Katz, nan membahas perkembangan geopolitik dan ketidakpastian dunia nan tinggi.

Dalam obrolan ini disoroti bahwa akibat dunia tidak hanya berasal dari nilai minyak, tetapi juga potensi akibat rambatan melalui rantai pasok global. Oleh lantaran itu, kalibrasi kebijakan tidak hanya berfokus pada parameter nan sudah terlihat, tetapi juga pada keahlian untuk mengantisipasi akibat nan belum sepenuhnya teridentifikasi.

"Selaras dengan tiga aspek kunci tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan internasional dan komunikasi dengan penanammodal dunia guna menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global," katanya.

(hrp/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance