Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI

Sedang Trending 5 jam yang lalu

loading...

Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI. Foto/ Daily

BEIJIN - Kegilaan terhadap Kecerdasan Buatan (AI) mendorong umat manusia ke era paradoks: menggunakan AI untuk menemukan solusi dalam memerangi perubahan iklim, tetapi pusat info AI itu sendiri mengonsumsi listrik dalam jumlah besar, menakut-nakuti bakal menghancurkan tujuan suasana global.

Menurut laporan terbaru dari Forum Ekonomi Dunia (WEF), jawaban atas dilema ini bukan terletak pada pengurangan AI, tetapi pada lompatan maju nan disebut komputasi kuantum optik. Teknologi inovatif ini, nan menggunakan partikel sinar untuk menggantikan listrik tradisional, diharapkan bakal mengantarkan era baru AI nan ramah lingkungan, sangat canggih, dan sepenuhnya tanpa cela.

Selama 35 tahun terakhir, sistem komputasi kuantum berbasis partikel telah menghadapi halangan fatal: panas berlebih dan masalah penskalaan. Seiring bertambahnya jumlah qubit (bit kuantum – unit info dasar dalam komputer kuantum), sistem memerlukan mesin pendingin besar untuk menjaga suhu mendekati nol absolut (sekitar -273 derajat Celcius), nan mengonsumsi daya dalam jumlah sangat besar hanya untuk mencegah chip mengalami kegagalan.

Menurut para pengamat, langkah nan mengubah permainan adalah integrasi teknologi optik ke dalam pemrosesan kuantum. Alih-alih memaksa partikel untuk bergerak dan menghasilkan panas dalam sirkuit semikonduktor, komputer kuantum optik mengirimkan info menggunakan foton, nan merupakan partikel cahaya.

Tidak seperti listrik konvensional, sinar bergerak dengan kecepatan maksimum di alam semesta, tidak menghasilkan panas internal, dan nyaris tidak mengonsumsi daya selama proses transfer informasi.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews