Komnas PA DKI: 90% Anak Sekolah Lakukan Bullying, Kelas 1 SD Sudah Tahu Caranya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi perundungan alias bullying. Foto: Redhatz69/Shutterstock

Wakil Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA) DKI Jakarta, Lia Latifah, mengungkap info bahwa 90 persen anak usia sekolah pernah melakukan tindak perundungan. Bahkan, katanya, siswa kelas 1 SD sekarang sudah tahu langkah merundung temannya.

“Kita bisa mengatakan 90 persen anak-anak di sekolah itu sudah banyak melakukan pem-bully-an,” ujar Lia seusai konvensi pers Hari Anak Nasional di Jakarta Selatan, Minggu (9/8).

“Bahkan dari anak kelas 1 sudah tahu gimana caranya mem-bully,” lanjutnya.

Namun, menurut Lia, para pelaku perundungan tidak sadar akibat nan mereka timbulkan terhadap korban dari perbuatan perundungan tersebut.

“Mereka tidak tahu dampaknya ketika ada anak nan menjadi korban itu luar biasa,” katanya.

Oleh karenanya, Komnas PA terus mendorong budaya speak-up bagi korban terhadap perundungan nan terjadi kepada mereka.

“Tadi sudah disampaikan, anak-anak nan jadi korban bully itu tidak boleh diam, kudu bersuara,” tegas Lia.

Wakil Ketua Umum Komnas Anak Lia Latifah saat dijumpai di RSUD Kebayoran Lama, Jaksel, Rabu (11/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Menurutnya, bercerita adalah langkah paling efektif bagi pihaknya mengawali penanganan kasus perundungan terhadap anak-anak.

“Lewat bercerita itulah kami bisa mengetahui bahwa anak tersebut sudah menjadi korban pem-bully-an,” ucapnya.

Solusinya Pantau Medsos dan Edukasi

Lia mengatakan, media sosial tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu sumber inspirasi anak-anak melakukan perundungan. Oleh karenanya, perihal ini menjadi tugas orang tua untuk memantau konten nan dikonsumsi anak mereka di medsos.

“Jadi ketika anak ini punya media sosial, kiranya juga kudu bisa dipantau oleh orang tua,” jelas Lia.

Lanjutnya, anak-anak perlu diedukasi dan secara linear, orang tua serta pembimbing perlu mempelajari langkah parenting yang tepat untuk mencegah anak-anak menjadi pelaku bullying.

“Bagaimana langkah pencegahannya? Nah tadi lewat aktivitas preventif, edukasi. Edukasi di tingkatan anak-anak, parenting di tingkatan orang tua dan guru,” ucapnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan