Komisi X Ingatkan Kemendiktisaintek: Evaluasi Prodi Jangan Sekadar Respons Tren Jangka Pendek

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tengah menyiapkan langkah pertimbangan menyeluruh terhadap program studi (prodi) di perguruan tinggi.

Penutupan prodi nan dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri menjadi salah satu opsi nan dipertimbangkan.

Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mengatakan langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kesesuaian antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja.

“Nanti mungkin ada beberapa nan kudu kami eksekusi dalam waktu tidak terlalu lama mengenai dengan prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan jika perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi,” kata Badri dalam keterangan tertulis nan diterima Liputan6.com.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjawab persoalan mismatch antara lulusan dan bumi kerja nan selama ini tetap terjadi.

Kemendiktisaintek mencatat, setiap tahun perguruan tinggi meluluskan sekitar 1,9 juta mahasiswa, terdiri dari 1,7 juta sarjana dan sisanya diploma. Di sisi lain, kondisi deindustrialisasi awal membikin serapan tenaga kerja belum optimal.

Untuk itu, pemerintah mendorong penguatan sektor industri, khususnya pada delapan sektor strategis, ialah energi, pangan, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi, digitalisasi, dan manufaktur maju.

“Sebenarnya nan dibutuhkan itu prodi apa ke depan, itu nan bakal kita coba susun kelak bersama,” ujar Badri.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita