Jakarta -
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa nan menyebabkan seorang siswa meninggal bumi dalam aktivitas praktik pembelajaran. Lalu menilai kejadian tersebut kudu menjadi peringatan serius.
"Peristiwa ini menjadi pengingat serius bahwa aktivitas pembelajaran, khususnya nan melibatkan penelitian alias karya rekayasa, kudu mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama," kata Lalu kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
"Pendidikan sains memang mendorong produktivitas dan inovasi, namun tidak boleh mengabaikan standar keamanan nan ketat," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan adanya celah dalam pengawasan, penilaian risiko, serta prosedur keselamatan di lingkungan satuan pendidikan. Dia menekankan perlu adanya pengawasan ketat atas aktivitas praktik nan berpotensi berbahaya.
"Standard operating procedure (SOP) keselamatan laboratorium dan praktik lapangan perlu diperkuat dan dijadikan referensi wajib di seluruh sekolah," ujarnya.
Politikus PKB ini juga meminta Kemendikdasmen untuk melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran berbasis proyek di sekolah. Dia menekankan penemuan tetap kudu didorong, tetapi tetap dalam koridor keselamatan.
"Sebagai catatan, saya mendorong Kementerian Pendidikan untuk segera melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap penyelenggaraan praktik pembelajaran berbasis proyek di sekolah, termasuk penyusunan pedoman nasional mengenai keamanan penelitian siswa," tuturnya.
"Selain itu, krusial untuk meningkatkan kapabilitas pembimbing dalam manajemen akibat serta memastikan adanya pengawasan nan memadai dalam setiap aktivitas praktik," imbuh dia.
Sebelumnya, seorang pelajar kelas IX SMP Islamic Center Siak, Riau, tewas saat praktik sains di sekolah. Korban berinisial MA (15) tewas akibat ledakan senapan 3D rakitan.
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengungkap kejadian maut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu di sekolah sedang ujian praktik sains nan dilakukan pelajar kelas IX.
"Saat praktik, ada lima golongan siswa dan satu golongan terdiri atas sembilan pelajar. Ini ujian praktik sains pelajar IPA," kata Raja Kosmos, dikutip detikSumut, Rabu (8/4).
Sebelum praktik, korban minta kawan kelompoknya menjauh. Sebab, korban memeragakan karya sains berupa senapan 3D rakitan nan dibuatnya sendiri.
"Korban ambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senjata 3D printer nan dibuat. Nah, pada saat tembakan dilakukan inilah terjadi ledakan senapan 3D rakitan tersebut," kata Raja Kosmos.
(amw/whn)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·